Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kurikulum Merdeka Dan Prinsip Pembelajarannya

Kurikulum Merdeka Dan Prinsip Pembelajarannya
Prinsip pembelajaran kurikulum merdeka merupakan salah satu kerangka dasar yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Sehingga Satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum merdeka diharapkan mengacu pada prinsip tersebut.

Kemendikbudristek menetapkan prinsip pembelajaran yang ditulis di panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan. Panduan tersebut dikeluarkan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran bagian dari Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbangbuk). Sasaran panduan tersebut masih terbatas untuk sekolah penggerak.

Sekarang ini, Balitbangbuk sudah tidak ada dan berganti menjadi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).

Baca juga:

BSKAP dapat dianggap sebagai gabungan dari Balitbangbuk dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Mungkin salah satu alasannya adalah adanya keputusan bahwa bidang penelitian di setiap instansi pemerintah digabungkan di badan khusus. Badan tersebut bernama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BRIN merupakan badan nonkementerian yang bertanggungjawab langsung ke presiden. (Lihat di brin.go.id)

Karena hanya bidang perbukuan, maka Kemendikbudristek menggabungkan dengan BSNP menjadi badan baru yaitu BSKAP. BSKAP berada di bawah Kemendikbudristek.

5 Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Pada panduan pembelajaran dan asesmen menjelaskan bahwa pembelajaran kurikulum merdeka memiliki 5 prinsip.

Adapun kelima prinsip dan hal yang perlu diperhatikan dalam implementasinya sebagai berikut:

1. Kondisi Peserta didik

Prinsip pembelajaran kurikulum merdeka yang pertama adalah pembelajaran sesuai kondisi peserta didik. Redaksi nya adalah

Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

Pada tataran implementasi prinsip yang pertama ini, satuan pendidikan dan guru perlu memperhatikan 2 hal berikut:

Hal yang Perlu Dilakukan
  • Melakukan analisis terhadap kondisi, latar belakang, tahap perkembangan dan pencapaian peserta didik sebelumnya dan melakukan pemetaan
  • Melihat tahap perkembangan sebagai kontinum yang berkelanjutan sebagai dasar merancang pembelajaran dan asesmen
  • Menganalisis lingkungan sekolah, sarana dan prasarana yang dimiliki peserta didik, pendidik dan sekolah untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
  • Menurunkan alur tujuan pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik
  • Melihat segala sesuatu dari sudut pandang peserta didik
Hal-Hal yang Perlu Ditinggalkan
  • Langsung menerapkan modul ajar tanpa melihat kebutuhan peserta didik
  • Mengabaikan tahap perkembangan maupun pengetahuan yang dimiliki peserta didik sebelumnya
  • Menyamaratakan metode pembelajaran.
  • Melihat segala sesuatu dari kepentingan pejabat sekolah atau pendidik
  • Pembelajaran terlalu sulit sehingga menurunkan motivasi peserta didik
  • Pembelajaran terlalu mudah sehingga tidak menantang dan membosankan
2. Pembelajar Sepanjang Hayat

Redaksi prinsip pembelajaran kurikulum merdeka yang kedua adalah sebagai berikut:

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi prinsip pembelajar sepanjang hayat sebagai berikut:

Hal yang Perlu Dilakukan
  • Mempertimbangkan berbagai stimulus yang bisa digunakan dalam pembelajaran
  • Memberikan kesempatan kolaborasi, memberikan pertanyaan pemantik dan mengajarkan pemahaman bermakna
  • Pembelajaran yang sarat dengan umpan balik dari pendidik dan peserta didik ke peserta didik
  • Pembelajaran yang melibatkan peserta didik dengan menggunakan kekuatan bertanya, dengan memberikan pertanyaan yang membangun pemahaman bermakna.
Hal-Hal yang Perlu Ditinggalkan
  • Pendidik hanya selalu memberikan pemaparan dalam bentuk ceramah dan instruksi tugas
  • Memberikan pertanyaan selalu dalam bentuk soal dan dinilai benar atau salah, tanpa umpan balik
  • Memberikan porsi paling banyak pada asesmen sumatif atau ujian/ tes akhir
3. Holistik

Prinsip pembelajaran kurikulum merdeka yang ketiga adalah Holistik. Adapun redaksinya sebagai berikut:

Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi prinsip holistik sebagai berikut:

Hal yang Perlu Dilakukan
  • Menggunakan berbagai metode pembelajaran mutakhir yang mendukung terjadinya perkembangan kompetensi seperti belajar berbasis inkuiri, berbasis projek, berbasis masalah, berbasis tantangan, dan metode pembelajaran diferensiasi.
  • Melihat berbagai perspektif yang mendukung kognitif, sosial emosi, dan spiritual.
  • Melihat profil Pancasila sebagai target tercermin pada peserta didik.
Hal-Hal yang Perlu Ditinggalkan
  • Menggunakan satu metode yang itu-itu saja tanpa melakukan evaluasi terhadap metode yang digunakan.
  • Menggunakan hanya satu perspektif misalnya hanya melihat kemampuan kognitif peserta didik, tanpa melihat faktor lain seperti sosial emosi atau spiritual.
  • Melihat profil Pancasila sebagai sesuatu yang harus diajarkan dan dihafal.
4. Relevan

Prinsip Relevan pada pembelajaran kurikulum merdeka ditulis sebagai berikut:

Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra.

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi prinsip relevan sebagai berikut:

Hal yang Perlu Dilakukan
  • Pembelajaran yang berhubungan dengan konteks dunia nyata dan menjadi daya tarik peserta didik untuk belajar.
  • Melibatkan orang-tua dalam proses belajar dengan komunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik.
  • Memberdayakan masyarakat sekitar sebagai narasumber primer maupun sekunder dalam proses pembelajaran.
Hal-Hal yang Perlu Ditinggalkan
  • Pembelajaran dengan konteks yang tidak relevan dan tidak menarik untuk peserta didik.
  • Komunikasi dengan orang-tua murid satu arah, dan hanya menagih tugas.
  • Interaksi dengan murid hanya memberikan dan menagih tugas.
  • Peserta didik tidak punya akses langsung untuk terlibat ataupun melibatkan masyarakat setempat.
5. Berkelanjutan

Prinsip pembelajaran kurikulum merdeka yang terakhir adalah berkelanjutan dengan redaksi sebagai berikut:

Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi prinsip berkelanjutan dalam pembelajaran kurikulum merdeka sebagai berikut:

Hal yang Perlu Dilakukan
  • Umpan balik yang terus menerus dari pendidik untuk peserta didik maupun dari peserta didik untuk peserta didik.
  • Pembelajaran yang membangun pemahaman bermakna dengan memberi dukungan lebih banyak di awal untuk kemudian perlahan melepas sedikit demi sedikit dukungan tersebut untuk akhirnya menjadi pelajar yang mandiri dan merdeka.
  • pendidik melakukan berbagai inovasi terhadap metode dan strategi pengajarannya.
  • Mengajarkan keterampilan abad 21.
Hal-Hal yang Perlu Ditinggalkan
  • Proses belajar bertujuan tes atau ujian akhir.
  • Pembelajaran dengan kegiatan yang sama dari tahun ke tahun dengan soal tes dan ujian yang sama.
  • Hanya mengetes atau menilai keterampilan abad 21 tanpa mengajarkan keterampilannya.