Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asesmen Diagnostik Kurikulum Merdeka


Asesmen Diagnostik Kurikulum Merdeka merupakan kegiatan yang dilakukan pendidik sebelum menyusun pembelajaran. Cara menyusun dan melaksanakannya dituangkan di panduan pembelajaran dan asesmen yang dikeluarkan oleh Pusasjar.

Pusasjar atau Pusat Asesmen dan Pembelajaran di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbudristek. Balitbangbuk sudah bubar dan muncul baru Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).

Panduan ini dikeluarkan untuk mendukung program sekolah penggerak. Dimana Program tersebut menjadi piloting penerapan kurikulum merdeka. Sebelumnya bernama pembelajaran dengan paradigma baru.

Baca juga:

Tujuan Asesmen Diagnostik Kurikulum Merdeka

Asesmen diagnostik bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik. Hasilnya digunakan pendidik sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Dalam kondisi tertentu, informasi terkait latar belakang keluarga, kesiapan belajar, motivasi belajar, minat peserta didik, dll, dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan pembelajaran.

Tahapan penyusunan asesmen diagnostik kurikulum merdeka

Asesmen diagnostik kurikulum merdeka dapat disusun dengan tahapan berikut:

  1. Menganalisis laporan hasil belajar (rapor) peserta didik tahun sebelumnya.
  2. Mengidentifikasi kompetensi yang akan diajarkan.
  3. Menyusun instrumen asesmen untuk mengukur kompetensi peserta didik. Instrumen asesmen yang dapat digunakan antara lain yaitu: Tes tertulis/lisan dan/atau, Keterampilan (produk, praktik) dan Observasi
  4. Bila diperlukan menggali informasi peserta didik dalam aspek: Latar belakang keluarga, motivasi, minat, sarana dan prasarana belajar, serta aspek lain sesuai kebutuhan peserta didik/sekolah.
  5. Pelaksanaan Asesmen dan pengolahan hasil.
  6. Hasil diagnosis menjadi data/informasi untuk merencanakan pembelajaran sesuai tahap capaian dan karakteristik peserta didik.
Waktu Pelaksanaan Kurikulum Merdeka

Pendidik dapat melaksanakan asesmen diagnostik sesuai kebutuhan, misalnya sebagai berikut:

  1. Pada awal tahun pelajaran
  2. Pada awal lingkup materi
  3. Sebelum menyusun modul ajar secara mandiri
  4. Regulasi: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Cara  melaksanakan Tahapan asesmen diagnostik kognitif adalah sebagai peribut:

Persiapan & Pelaksanaan

  1. Buat jadwal pelaksanaan asesmen
  2. Identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
  3. Susun pertanyaan sederhana yang meliputi: Buat 2 pertanyaan sesuai kelasnya, dengan topik capaian pembelajaran baru, buat 6 pertanyaan dengan topik satu kelas di bawah dan buat 2 pertanyaan dengan topik dua kelas di bawah (sesuaikan pertanyaan dengan topik yang menjadi prasyarat untuk bisa mengikuti pembelajaran di jenjang sekarang) serta Berikan asesmen untuk semua siswa di kelas, baik yang belajar tatap muka di sekolah maupun yang belajar di rumah
Tindak Lanjut
  1. Lakukan pengolahan hasil asesmen yaitu dengan membuat penilaian dengan kategori “Paham utuh”, “Paham sebagian”, dan “Tidak paham” dan menghitung rata-rata kelas
  2. Bagi siswa menjadi tiga kelompok: yaitu Siswa dengan nilai rata-rata kelas akan mengikuti pembelajaran dengan ATP sesuai fasenya, Siswa dengan nilai di bawah rata-rata mengikuti pembelajaran dengan diberikan pendampingan pada kompetensi yang belum terpenuhi dan Siswa dengan nilai di atas rata-rata mengikuti pembelajaran dengan pengayaan
  3. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik pembelajaran baru, untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan rata-rata kemampuan siswa
  4. Ulangi proses diagnosis ini dengan melakukan asesmen formatif (dengan bentuk dan strategi yang variatif), sampai siswa mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan
Catatan

Pada Panduan Pembelajaran dan Asesmen, terdapat catatan penting bagi pendidik ketika menyusun dan melaksanakan asesmen diagnostik. Adapun catatannya sebagai berikut:
  1. Pendidik diberi keleluasaan untuk menentukan instrumen asesmen sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tujuan asesmen.
  2. Contoh tahapan asesmen diagnostik ini dapat digunakan untuk asesmen pada awal tahun pelajaran dan sebelum menyusun modul mandiri.
  3. Untuk asesmen pada awal lingkup materi, contoh tahapan ini dapat disederhanakan menjadi tahap 1, 2, 3, 5, dan 6. Tahapan 4 dapat dilewatkan.