Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hadits Keutamaan Mendirikan Masjid

Hadits Keutamaan Mendirikan Masjid

KEUTAMAAN MENDIRIKAN MASJID

577) Utsman ibn 'Affan ra berkata:

مَنْ بَنَى لِلهِ مَسْجِدًا بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ

"Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa mendirikan masjid karena Allah, niscaya Allah mendirikan untuknya seperti yang telah ia dirikan (suatu tempat baginya) di alam surga." (HR. Al-Bukhary dan Muslim, Al-Muntaga 1: 329)

578) Abu Abbas ra. berkata:

مَنْ بَنِي لِلهِ مَسْجِدًا وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ لِبَيْضَتِهَا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْنَا فِي الْجَنَّةِ
"Nabi saw. bersabda: Barangsiapa mendirikan masjid, karena Allah walaupun sebesar tempat burung dara bertelur, niscaya Allah mendirikan untuknya suatu rumah di dalam surga." (HR. Ahmad, Al-Muntaqa 1: 329)

SYARAH HADITS

Hadits (577), menyatakan bahwa orang yang mendirikan masjid, memperoleh pahala yang besar, walaupun masjid yang ia dirikan kecil. Hadits ini menyatakan pula bahwa syarat memperoleh pahala ialah jika pembangunannya semata-mata karena Allah, bukan karena riya' dan sum'ah.

Hadits (578), banyak ahli hadits yang meriwayatkan hadits yang semakna dengan hadits ini. Menyatakan, keutamaan mendirikan masjid walaupun amat kecil.

Ulama berbeda pendapat tentang pembalasan yang akan diperoleh orang yang mendirikan masjid. Ibnu Arabi mengatakan, "Rumah yang Allah akan berikan untuk orang yang mendirikan masjid, persis sebagaimana masjid yang ia dirikan, sama besar dan luasnya."

Pengarang Al-Muhim mengatakan, "Rumah yang Allah dirikan di dalam surga, tentu tidak serupa benar dengan masjid yang didirikan di dunia. Yang dimaksud Allah membangunkan yang sepertinya ialah Allah membangun rumah karena ia telah mendirikan masjid yang lebih mulia, lebih besar, lebih tinggi dari masjid yang telah didirikan."

An-Nawawy mengatakan, "Muhtamil benar, bahwa rumah yang Allah dirikan hanya menyerupai masjid dalam pengertian maknanya, bukan dari sifat luas dan lebarnya. Kita sudah maklum, bahwa rumah di dalam surga, tidak ada bandingannya di dalam dunia. Muhtamil mengatakan pula, bahwa rumah yang telah Allah dirikan di dalam surga, adalah balasan bagi orang yang membangun masjid, melebihi rumah- rumah surga yang lain, seperti masjid melebihi rumah-rumah di dunia.."

Hadits ini menerangkan keutamaan orang yang membangun masjid, yakni orang-orang yang mengeluarkan hartanya untuk keperluan pembinaan masjid. Termasuk dalam hal ini, masjid jami' tempat mendirikan Jum'at juga masjid-masjid kampung yang dinamakan langgar, surau dan maunasah, tempat mendirikan jamaah.

Perkataan "masjid" tidak khusus dengan tempat mendirikan Jum'at saja, bahkan perkatan masjid, meliputi semua tempat yang dijadikan untuk tempat umum menegakkan shalat dan jamaah. Membedakan pandangan terhadap apa yang dinamakan masjid adalah pengaruh urf masyarakat semata. Agama menyamakan tempat-tempat yang ditasybihkan untuk tempat mendirikan Jum'at. Karenanya, adab yang dituntut di masjid, dituntut juga di langgar dan meunasah.'

Referensi: Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Dalam Buku Koleksi Hadits-hadits Hukum Jilid-1, Bab Hukum-Hukum Mendirikan Masjid Masalah Keutamaan Membangun Masjid