Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hadits Ke-16 Arbain An-Nawawi Jangan Marah

Hadits Ke-16 Arbain An-Nawawi Jangan Marah
Hadits Ke-16 ini menjelaskan tentang penting menahan emosi bagi seorang Muslim. Ini sebagaimana keterangan dari Nabi berdasarkan hadits dari Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Yaitu:

عن أبي هريرة-أن رجلا قال للنبي ﷺ أوصني. قال: « لا تغضب »  فردد مرارا ، قال: لا تغضب »
Diriwayatkan dari Abu Hurairah kata kepada Nabi bahwa ada seseorang yang berkata "Ya Rasulullah, berilah aku pesan !" Beliau bersabda, "Janganlah kamu marah !" Orang itu mengulang-ulang permohonannya itu, dan Nabi tetap saja hanya berpesan, " Janganlah kamu marah ! " ( HR. Bukhari dan Muslim ) 

Pengantar 

Hadits ini terdapat dalam shahih Al-Bukhari dalam kitabul Adab bab al-Hadhar minal ghazab hadits yang ke-5765. Hadits ini merupakan intisari dari sabda beliau. Sebab, hal itu menghimpun antara kebaikan dunia dan akhirat. Imam Al-Jurdani menyebutkan bahwa hadits ke-16 Arbain An-Nawawi ini merupakan Hadits yang sangat penting. Alasannya adalah karena hadits menjelaskan dua kebaikan sekaligus, yaitu menyangkut dengan  kebaikan di dunia dan di akhirat. 

Arti Kosa Kata Hadits

( الغضب ) berarti marah, maksudnya adalah bangkit dan bergejolaknya darah hati ketika menghadapi sesuatu yang ia benci pada diri seseorang. 

رجلا ) artinya Seorang laki-laki. Ada yang mengatakan, ia adalah Abu Darda ra. Thabrani meriwayatkan bahwa Abu Darda' berkata kepada Rasulullah saw., " Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku satu amalan yang bisa membawaku ke surga.” Rasulullah saw. menjawab, " Jangan marah, maka kamu akan mendapatkan surga. Ada juga yang mengatakan bahwa laki-laki tersebut adalah Jariyah Ibnu Qudamah ra,. Ahmad meriwayatkan bahwa Jariyah Ibnu Qudamah berkata kepada Rasulullah saw., " Ya Rasulullah kepadaku satu perkataan, dan persingkat perkataan itu agar aku bisa memahaminya.” Rasulullah menjawab, " Jangan marah. Ia mengulang pertanyaan berulang-ulang dan setap pertanyaan dijawab oleh Rasulullah, " Jangan marah. Tidak masalah, seandainya pertanyaan seperti ini diajukan kepada Nabi sow, oleh lebih dari satu orang. 

أوصني ) artinya adalah nasehati aku, atau tunjuki, perbuatan yang membawa manfaat untukku. 

لا تغضب ) berarti Jangan marah. Jauhilah hal-hal yang menyebabkan kamu marah Kemarahan adalah gejolak dalam jiwa yang mengarah kepada keinginan untuk berbuat kekerasan dan dendam. 

فردد مرارا ) la mengulanginya berkali-kali. 

Penjelasan Hadits

Sabda Nabi:
لا تغضب
"Jangan Marah"

Sabda beliau ini mempunyai arti: Janganlah kamu meluapkan amarahmu ! Larangan ini tidak kembali kepada kemarahan itu sendiri. Sebab, ia merupakan bagian dari karakter manusia, dan manusia tidak mungkin dapat menolaknya. Nabi juga bersabda:

 إياكم والغضب فإنه جمرة تتوقد في فؤاد ابن آدم ، ألم تر إلى أحدكم إذا غضب كيف تحمرّ عيناه وتنتفخ أوداجة ، و إذا أحسّ أحدكم  بشيء من ذلك فليضطجع أو ليلصق بالأرض

”Jauhilah oleh kalian kemarahan. karena sesungguhnya kemarahan itu merupakan sebuah bara yang akan menyala di dalam hati anak keturunan Adam. Tidakkah kalian lihat salah seorang di antara kalian jika ia marah. Maka bagaimana kedua matanya memerah dan urat lehernya mengembung. Jika salah seorang di antara kamu merasakan sesuatu dari hal itu, hendaklah ia berbaring atau duduk ke tanah.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Pernah ada seseorang yang datang menghadap Nabi lalu ia berkata, " Ya Rasulullah, ajarilah aku ilmu yang dapat mendekatkanku menuju surga dan menjauhkan diriku dari neraka !" Beliau kemudian bersabda:

لا تغضب ولك الجنة

 " Jangan marah, maka engkau akan berhak mendapatkan surga.” (Hadits riwayat Thabrani dengan dua sanad, salah satunya shahih)

Nabi juga pernah bersabda:

 ان الغضب من الشيطان ، وإن الشيطان خلق من النار ، وإنما يطفئ النار الماء ، فإذا غضب أحدكم فليتوضأ 

"Sesungguhnya marah itu datangnya dari setan, dan setan itu tercipta dari api, sedangkan api itu dapat dipadamkan dengan air. Maka jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah segera berwudhu.” (HR. Abu Daud)

Abu Dzar Al-Ghiffari menceritakan: Rasulullah pernah bersabda kepada kami:

 إذا غضب أحدكم وهو قائم فليجلس ، فإن ذهب عنه العصب وإلا فليضطجع 

"Jika salah seorang di antara kalian marah, sedangkan ia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia segera duduk. Jika ternyata amarahnya belum juga hilang, maka hendaklah ia segera berbaring." (HR. Abu Daud)

Nabi Isa pernah berkata kepada Nabi Yahya bin Zakaria ”Aku ajarkan kepadamu ilmu yang bermanfaat, ( yaitu ) jangan marah !" Nabi Yahya kemudian bertanya, "Bagaimana supaya aku ini tidak marah ?" Nabi Isa menjawab:

"Jika kamu dicela dengan sesuatu yang memang ada padamu, maka katakan, Itu dosa yang aku ingat dan aku memohon ampunan Allah atasnya. Dan jika kamu dicela dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ada padamu, maka pujilah Allah yang tidak menjadikan pada dirimu apa yang dicelakan padamu itu, maka itu akan menjadi satu kebaikan yang dikirim kepadamu.” 

Amru bin 'Ash berkata: Aku pernah menanyakan kepada Rasu lullah tentang sesuatu yang dapat menjauhkanku dari kemarahan Allah w, lalu beliau menjawab, " Janganlah kamu marah !" 

Luqman pernah menjelaskan kepada putranya tentang cara menjadikan seseorang sebagai saudara. caranya ialah dengan membuat ia marah. Jika la bisa bersikap adil kepadamu sedangkan ia dalam keadaan marah, maka itulah saudara. Namun jika tidak, maka waspadailah ia !" 19 Hadis riwayat Abu Daud 20 Hadis riwayat Abu Daud

Fiqhul Hadits  

Akhlak Seorang Muslim adalah orang yang memiliki akhlak yang terpuji. berhias dengan kesabaran dan rasa malu, berpakaian tawadhu dan sayang kepada sesama. Dalam dirinya terpancar tanda-tanda kejantanan. mampu menahan segala beban. Dia berusaha untuk tidak mencelakai orang lain. Dia akan menjadi pemaaf, penuh kesabaran dan mampu menahan emosi. Wajahnya senantiasa berseri-seri dalam keadaan Arahan inilah yang diberikan Rasulullah saw., kepada sahabat yang minta nasihat. Sebuah ungkapan yang singkat dan padat, mencakup semua kebaikan dan menganulir semua bentuk keburukan.” Jangan marah. 

Pesan Rasulullah saw, di atas, ditujukan kepada penanya yang ingin menempuh jalan ke surga, dengan meminta nasihat singkat, agar ia Ia menghafal dan memahaminya. Pesan tersebut adalah La taghdhab ( jangan marah ). Artinya, berakhlaklah dengan akhlak mulia, akhlak para nabi, akhlak Al-Qur'an, akhlak yang bersumber dari keimanan. hika kamu membiasakan diri dengan akhlak ini, bahkan menjadi cabat dan watakmu, niscaya kamu tidak akan mudah marah dan mengetahut sikap yang mesti anda ambil. 

Cara Menghilangkan Amarah 

  1. Manusia harus ingat akan kerusakan-kerusakan yang diakibat kan oleh amarah itu. 
  2. Manusia harus ingat tentang keutamaan sifat sabar dan keuta maan meredam amarah. 
  3. la harus memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk yang menyebabkan timbulnya kemarahan.
  4. la bisa mandi atau berwudhu. 
  5. la harus merubah posisi ketika ia marah. 
  6. Ia harus ingat akan keagungan Allah atas dirinya. 
  7. Ia harus senantiasa mengingat akan kesabaran Allah terhadap para hamba-Nya dan pemaaf kepada setiap hambanya