Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hasbi Ash Shiddiqy, Ulama Penulis keturunan Abu Bakar Shiddiq

Hasbi Ash Shiddiqy, Ulama Penulis keturunan Abubakar Shiddiq

Hasbi Ash Shiddiqy adalah seorang Ulama pengarang keturunan Abubakar Shiddiq, Ulama pelopor pembaharuan pemikiran Islam di Indonesla, Ahli hadis yang kenamaan.

Dalam zaman Kerajaan Islam Samudera/ Pasei (433-831 Hijirah, atau 1042-1428). banyak ulama dari Jazirah Arabia dan Parsia datang ke Aceh dan mendapat kedudukan baik dalam Kerajaan, baik sebagai pejabat tinggi dalam pemerintahan maupun sebagai pendidik yang memimpin/mengajar pada pusat-pusat pendidikan yang bernama dayah, seumpama Dayah Blang Pria yang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam kepunyaan Kerajaan.

Salah seorang di antara ulama yang hijrah dari Jazirah Arabia ke Samudera/Pasei, yaitu turunan sahabat utama Rasulullah, Khalifah Nabi, Abuhakar Shiddiq. yang dari keturunannya kemudian lahir seorang ulama pelopor pembaharuan Islam, Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy

Pada awal tahun 1960, Gubernur Aceh A. Hasjmy dan Panglima Kodam I Iskandar Muda Kolonel Syamaun Gaharu mengadakan pertemuan penting di Hotel Duta Indonesia, Jakarta, dengan Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy, Dosen Fakultas Syariah IAIN AI Jami'ah Al Islamiyah AI Hukumiyah, Yogyakarta, (sekarang namanya UIN Sunah Kalijogo, Yogyakarta).

Dalam pertemuan tersebut, kami menyampaikan kepada Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy bahwa pada tanggal 2 September 1960 (10 Rabiul Awal 1380 Hijriah) dalam Kopelma Darussalam akan diresmikan sebuah fakultas agama, yaitu Fakultas Syariah, yang untuk sementara menjadi cabang dari IAIN AI Jami'ah Al Islamiyah Al Hukumiyah, dan selanjutnya akan berdiri sendiri, menjadi fakultas pertana dari IAIN Jami'ah Ar Raniry yang akan didirikan di Aceh. Kami mengharap kesediaan Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy untuk menjadi dekan dari Fakultas Syariah dalam Kopelma Darussalam yang segera akan diresmikan itu.

Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy yang telah lama terkenal sebagai seorang ulama yang berpendirian teguh dan bersikap tegas tanpa tedeng aling-aling, memberi reaksi terhadap harapan kami dengan mengatakan, bahwa beliau bersedia dengan dua syarat. Waktu kami tanya, apakah dua syarat itu, beliau menjawab tegas: "Yang pertama, saya bersedia menjadi Dekan Fakultas Syariah di Aceh setelah resmi diangkat menjadi profesor, yang beberapa waktu yang lalu oleh Menteri Agama telah diusulkan kepada Presiden, dan kedua saya hanya bersedia memimpin Fakultas Syariah Aceh paling lama tiga tahun. Beberapa hari kemudian, Gubernur Aceh, A. Hasjmy, menghadap Presiden Sockarno, membicarakan masalah pengangkatan Muhammad Hasbi menjadi profesor. Waktu itu, saya mohon kepada Presiden Soekarno agar dengan kebijaksanaan Presiden dapatlah kiranya menyegerakan pengangkatan Muhammad Hasbi menjadi Guru Besar, demi untuk kepentingan umat Islam di Aceh yang sedang memulai masa baru dalam perjalanan sejarah. Sambutan Presiden Sockarno baik sekali.

Tidak berapa lama kemudian, Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy telah resmi menjadi profesor dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 2 September 1960, Prof. Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy dilantik menjadi Dekan Fakultas Syariah di Kopelma Darussalam, pada hari peresmian berdirinya fakultas tersebut. Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy, sebagai dekan pertama Fakultas Syariah IAIN Jami'ah Ar Raniry, telah meletakkan batu dasar akademis bagi lembaga perguruan tinggi Islam tersebut, sehingga cita-cita yang lama dikandung rakyat Aceh menjelma menjadi kenyataan.

Perlu dicatat, bahwa beliau adalah salah seorang yang amat berjasa dalam sejarah pendirian dan pengembangan IAIN Jami'ah Ar Raniry, sehingga karenanya Jamiah Ar Raniry telah memberi Piagam dan Medali Ar Raniry yang terbuat dari emas murni kepada beliau.

Buku-buku karangannya Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy, bukan saja seorang ulama yang pendidik dan mubalig yang ahli, juga beliau seorang pengarang Islam yang cukup terkenal di dalam dan di luar negeri. Menurut data yang saya peroleh dari putranya, Prof. Dr. Nourouzzaman Shiddiqy, bahwa buku-buku karangan Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan sebanyak 95 buah yaitu:
  1. Tafsir An Nur, 30 jilid.
  2. Tafsir Al Bayan, empat jilid.
  3. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tafsir/Al Quran.
  4. Ilmu-llmu AI Quran.
  5. Tujuan Al Quran dalam Membina Masyarakat Dunia.
  6. Mukjizat Al Quran.
  7. Tafsir Surat Al Fatihah.
  8. Tafsir Surat Al Kautsar.
  9. Tafsir Surat Al Muawizat.
  10. Majmu'ah Ahaditsil Ahkaam (Kumpulan Hadis-hadis Hukum), terdiri dari sebelas jilid.
  11. Mutiara Hadis (tujuh jilid)
  12. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, delapan jilid.
  13. Pokok-pokok Ilmu Dirayah Hadis.
  14. Problematika Hadis dalam Membina Hukum Islam.
  15. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Hadis.
  16. Riwayat Tokoh-tokoh Hadis.
  17. Pancaran Ilmu Hadis.
  18. Pengantar Iimu Fikih.
  19. Pengantar Ushul Fiqih.
  20. Pengantar Hukum Islam.
  21. Pokok-pokok Sebab Perbedaan Pendapat para Fuqaha.
  22. Pokok-pokok Pegangan Imam Mazhab dalam Membina Hukum Islam.
  23. Sari Kuliah Ushul Fiqih.
  24. Pokok-pokok Ikhtilaf Ahli ljtihad.
  25. Sumber-smber Tasyri' dalam Menghadapi Perkembangan Masa.
  26. Mukhtashar Ushul Fiqih.
  27. Hukum Fiqih Islam
  28. Pengantar Ilmu Perbandingan Mazhab, dua jilid.
  29. Falsafah Hukum Islam.
  30. Kuliah Ibadah.
  31. Pedoman Shalat.
  32. Pedoman Puasa.
  33. Pedoman Zakat.
  34. Syariat Islam Menjawab Tantangan Zaman.
  35. Hukum Pemindahan Darah dalam Islam.
  36. Hukum Poligami dalam Syariat Islam.
  37. Zakat Sebagai Unsur Membina Masyarakat Sejahtera.
  38. Kumpulan Soal-Jawab.
  39. Hukum-Hukum Jihad dalam Islam.
  40. Sumber-sumber Kekayaan Negara Menurut Syariat Islam.
  41. Fiqhul Mawaris.
  42. Fakta Keagungan Syariat Islam.
  43. Dinamika dan Elastisitas Hukum Islam.
  44. Ilmu Kenegaraan dalam Fiqih Islam.Beberapa Permasalahan Hukum Islam.
  45. Fiqih Islam Mempunyai Daya Elastis.
  46. Pengantar Fiqih Muamalah.
  47. Hukum Antar Golongan.
  48. Mutiara Ilmu, dua jilid.
  49. Islam Dunia dan Kemanusiaan.
  50. Fakta-fakta Keuniversalan dan Keabadian Agama Islam.
  51. Baital Mal dalam Pemerintahan Islam.
  52. Pedoman Haji.
  53. Peradilan dan Hukum Acara Islam.
  54. Pengantar Ilmu Perbandingan Mazhab.
  55. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid/Kalam.
  56. Pedoman Tauhid.
  57. Hakikat Agama Islam.
  58. Fungsi Akidah dalam Membina Masyarakat dan Hubungannya dengan Ibadah.
  59. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tasawuf.
  60. Pedoman Tasawuf.
  61. Kedudukan Shabar dan Syukur dalam Pandangan Ahlul Makrifah.
  62. Pedoman Zikir dan Doa,
  63. Kata-kata nan Indah, Pilihan Zikir dan Doa Rasulullah.
  64. Al Islam, dua jilid.
  65. Sendi Kesejahteraan.
  66. Sendi Kepercayaan.
  67. Gubahan AI Quran.
  68. Gubahan Al Hadis,
  69. Sendi Ajaran Islam.
  70. Pelajaran Tauhid.
  71. Teladan Utama.
  72. Dasar Akidah Islam.
  73. Dasar-Dasar Akhlak Islam.
  74. Dasar Ibadah Islam.
  75. Penutup Mulut.
  76. Penyuluh Iman.
  77. At Taqwa.
  78. Adabul 'Aid.
  79. Tuntunan Fithrah.
  80. Tuntunan Kurban.
  81. Tuntunan Hari Raya.
  82. Lembaga Pribadi.
  83. Pedoman Berumah Tangga.
  84. Kursus Sembahyang dan Doa.
  85. Empat Puluh Pahlawan Islam.
  86. Kursus Cepat Sembahyang. KN. Shalat Sebagai Tiang Agama.
  87. Kifayatu Ta'abud, Bahasa Arab.
  88. Gubahan Khutbah.
  89. Dasar-Dasar Ideologi Islam.
  90. Dasar-Dasar Pemerintahan Islam.
  91. Bukti-Bukti Keesaan Allah.
  92. Problematika Bulan Ramadhan.
  93. Problematika Idilfithri. 96. Lapangan Perjuangan Wanita Islam.
Selain dari buku-buku tersebut di atas, masih banyak lagi karangan- karangan beliau yang berupa makalah, diktat dan paper untuk keperluan mahasiswa atau yang disampaikan dalam diskusi/seminar, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Arab. Berbagai majalah ilmiah juga memuat karangan-karangan Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy, seperti Panji Islam, Pedoman Masyarakat (dua mingguan Islam terbesar yang terbit di Medan sebelum Perang Dunia I), Panji Masyarakat, Al Manaar, Daulah Islamiyah, Aliran Islam, Kiblat, Suara Muhammadiyah, Sinar Darussalam (medianya Kopelma Darussalam Banda Aceh) dan lain-lain.

                                    Bersambung >>>>>>



Sumber:

Buku Ulama Aceh (Mujahid Pejuang Kemerdekaan Dan Tamadun Bangsa) oleh A.Hasjmy