Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hadits Doa Ketika Duduk Tasyahud Akhir

Hadits Doa Ketika Duduk Tasyahud Akhir

DOA ABU BAKAR ASH-SHIDIQ DALAM DUDUK TASYAHHUD

770) Abdullah ibn Amr ra, menerangkan:

إِنْ آبَابَكْرِ الصِّدِّيْقَ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ : عَلَّمَنِي دُعَاءُ أَدْعُولَهُ فِي صَلَاتِي قَالَ: قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيْراً وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْلِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Abu Bakar berkata kepada Rasul: "Ya Rasulullah! Ajarlah saya doa yang diucapkan di dalam shalat saya." Maka Rasul berkata: "Bacalah: Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira (kabira) wa là yaghfirudz-dzunûba illà anta, faghfirli maghfiratan min 'indika warhamni, innaka antal ghafürur-rahim wahai Tuhanku, aku telah menzhalimkan diriku, kezhaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosaku, melainkan Engkau. Karena itu, ampunilah untukku ampunan yang seluas-luasnya dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Engkaulah Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. Al-Bukhary dan Muslim; Al-Muntaga 1: 458)

SYARAH HADITS

Hadits ini (770) diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim. Ada riwayat lagi bahwa sesudah lafazh "zhulman" terdapat lagi perkataan "kabiran", bukan "katsiran." Menurut riwayat Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil terdapat tambahan: "innaka 'allâmul ghuyûb" di akhirnya. Hadits ini menyatakan bahwa di antara doa yang disuruh kita ucapkan di dalam shalat ialah doa dzikir ini. Namun hadits ini tidak menerangkan tempat kita membacakan dzikir ini.

An-Nawawy berkata: "Seyogianya kita kumpulkan lafazh "katsira" dengan "kabiran", sehingga menjadi: "zhulman katsiran kabiran."

Izzuddin ibn Jama'ah berkata: "Kita kumpulkan kedua-dua riwayat itu. Dengan jalan sekali-kali kita ucapkan katsiran dan sekali-kali kita ucapkan kabiran. Dengan demikian telah membaca apa yang Nabi ucapkan. Kalau kita turuti perkataan An-Nawawy, tidaklah lagi kita turuti sunnah; karena Nabi tidak menuturkan yang demikian.

Ibnu Daqiqil Id berkata: "Mungkin sekali doa ini Nabi ajarkan untuk diucapkan di salah satu tempat, yaitu di dalam sujud atau di dalam duduk tasyahhud; karena pada kedua tempat ini kita disuruh berdoa.

Al-Bukhary mengisyaratkan tempat doa ini, dengan jalan menyebutkan dalam bab doa sebelum salam.

Oleh karena hadits ini tidak tegas menerangkan tempat meletakkan doa ini, maka menurut pentahqiqan kami ini, kuatlah penetapan yang ditetapkan oleh Ibnu Daqiqil Id. Tegasnya, doa ini boleh kita baca dalam sujud, dan boleh pula kita baca dalam duduk bertasyahhud sebelum salam, bahkan dibaca di tempat-tempat yang dibolehkan berdoa.

Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy  Dalam Buku Koleksi Hadits-hadits Hukum-1 Sifat-sifat Shalat Nabi Masalah Doa Abu Bakar Ketika Duduk Tasyahud Akhir