Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERINTAH UNTUK TETAP SETIA KEPADA BAIAT YANG TELAH DIBERIKAN

PERINTAH UNTUK TETAP SETIA KEPADA BAIAT  YANG TELAH DIBERIKAN

PERINTAH TETAP SETIA KEPADA BAIAT YANG TELAH DIBERIKAN

1211) Abu Hurairah ra. berkata:

قَالَ النَّبِيُّ : كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الأَنْبِيَاءُ, كَلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي ، وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُوْنَ ، قَالُوا : فَمَا تَأْمُرُنَا ؟ قَالَ : « فَُوُا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ، فَالْأَوَّلُ أعْطُوْهُمْ حَقَّهُمْ ، فَإِنَّ اللهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرَعَاهُمْ

"Nabi saw, bersabda: Bahwa Bani Israil, pemerintahan mereka selalu dikendalikan oleh Nabi-Nabi mereka. Setiap seorang Nabi meninggal maka Nabi itu digantikan oleh Nabi yang lain. Sesungguhnya sesudahku tidak ada lagi Nabi, yang ada hanya para khalifah yang banyak jumlahnya. Para sahabat bertanya: Apakah yang anda suruh untuk kami kerjakan?  (Al Bukhary 60: 10; Muslim 33: 10; Al Lu'lu-u wal Marjan 2: 290). 

1212) Ibnu Mas'ud ra. berkata:

قَالَ النَّبِيُّ: سَتَكُوْنُ أُثْرَةٌ وَاُمُوْرٌ تُنْكِرُوْنَهَا . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ ! فَمَا تَأْمُرُنَا ؟ قَالَ : " تُؤَدُّوْنَ الْحَقَّ الَّذِي عَلَيْكُمْ وَتَسْئَلُوْنَ اللهَ الَّذِي لَكُمْ
"Nabi saw bersabda: Akan ada di belakangmu tindakan-tindakan yang mengutamakan diri sendiri dan berbagai-bagai urusan yang tidak dapat kamu membenarkannya. Para sahabat berkata: Ya Rasulullah, apa yang anda suruh kami lakukan? Nabi menjawab: Hendaklah kamu menunaikan hak yang wajib atas kamu dan kamu mohon kepada Allah supaya memberikan kepada kamu hakmu." (Al Bukhary 61: 25, Muslim 33: 10; Al Lu'lu-u wal Marjan 2: 291).

SYARAH HADITS

Pemerintahan Bani Israil selalu dikendalikan oleh Nabi-nabinya sendiri, yang juga merangkap selaku kepala negara. Setiap seorang Nabi wafat, Tuhan pun mengangkat Nabi yang lain yang juga bertindak selaku kepala pemerintahan, serta mengembalikan Bani Israil kepada agama yang benar.

Nabi menandaskan, bahwa sesudah beliau wafat, tidak ada lagi Nabi yang datang untuk memimpin umatnya. Sabda Nabi inilah yang merupakan salah satu dasar untuk menetapkan bahwa setelah Rasulullah Muhammad wafat, Tuhan tidak membangkitkan seorang Nabi lagi hingga hari kiamat. Karena itulah Muhammad diberi gelar Nabi akhir zaman.

Yang muncul untuk mengendalikan urusan umat, baik dalam bidang duniawi, maupun dalam bidang ukhrawi adalah khalifah-khalifahnya; dan jumlah mereka banyak.

Para sahabat bertanya, apa yang harus mereka perbuat, saat khalifah-khalifah itu saling menjatuhkan.

Apabila hal itu terjadi berpihaklah kepada yang lebih dahulu dibaiatkan secara sah. Sesudah kekuasaannya berakhir, maka baiatkan kepada yang lebih dahulu dibaiatkan, jika terjadi perebutan kekhalifahan.

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Apabila seorang khalifah dibaiatkan sesudah terjadi pembaiatan terhadap seorang khalifah yang lain, maka baiat yang pertamalah yang sah yang wajib dipatuhi dan diakui, sedang baiat yang kedua, batal."

An Nawawy berkata: "Baik yang mengakadkan baiat untuk yang kedua mengetahui, bahwa yang lain telah lebih dahulu dibaiatkan atau tidak, baik di satu negeri ataupun di lain negeri."

Al Qurthuby menerangkan, bahwa hadits ini mewajibkan kita tetap setia kepada khalifah pertama. Mengenai khalifah yang kedua, hadits ini tidak membicarakannya. Dan hal yang kedua ini, disebut tegas dalam hadits Arfajah yang diriwayatkan oleh Muslim. Di dalamnya ditekankan, bahwa sebaiknya kita membunuh saja khalifah yang kedua itu.

Kita harus memenuhi hak mereka, kita dengar dan kita patuhi mereka, karena dengan demikian terhindarlah masyarakat dari kekacauan. Dan Allah kelak akan meminta pertanggungjawaban kepada mereka terhadap tindak-tanduk dan langkah-langkah mereka.

Sesudah Rasulullah wafat, akan datang orang-orang yang menguasai segala sesuatu untuk dirinya sendiri, mengutamakan diri sendiri terhadap orang lain, baik dalam urusan pembagian harta rampasan perang, ataupun lain-lainnya. Dan akan terjadi perbuatan-perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena berlawanan dengan norma dan hukum agama.

Mendengar jawaban Nabi para sahabat bertanya apa yang seharusnya mereka lakukan jika mereka menghadapi keadaan yang demikian itu.

Nabi mengatakan hendaklah mereka menunaikan hak Allah dan hak- hak agama yang menjadi kewajiban mereka, seperti menunaikan zakat dan pergi berjihad. Dan hendaklah mereka memohon kepada Allah semoga melimpahkan karunia-Nya ke atas diri mereka. Hendaklah mereka mematuhi para penguasa dan menaatinya di samping menyerahkan urusan mereka kepada Allah swt. sendiri.

Kesimpulan

Hadits pertama, menyuruh kita memenuhi baiat yang telah kita berikan kepada seseorang penguasa tidak boleh merusakkan baiat itu tanpa sebab yang dibenarkan oleh agama.

Hadits kedua, menyuruh kita menunaikan kewajiban-kewajiban yang wajib kita tunaikan, dan memohon kepada Allah supaya memberikan kepada kita hak-hak yang harus kita peroleh.

Referensi Berdasarkan Buku Mutiara Hadits jilid 6 Karangan TM. hasbi Ash-Shiddieqy Masalah Perintah Untuk Tetapa Setia Kepada Bai'at Yang Telah Diberikan