Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PUASA 'ASYURA DAN KEUTAMAANNYA

 

PUASA 'ASYURA DAN KEUTAMAANNYA

Puasa Muharam, 'Asyura dan Tasu'a

Amat disukai kita membanyakkan puasa tathauwu', untuk membuktikan keta'atan kita kepada Allah SWT. pada bulan Muharram.

Puasa Muharram:

Diriwayatkan oleh An Nasa-i dari Jundub ibn Sofyan, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

اِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْمَفْرُضَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ الَّليْلِ وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الَّذِى تَدْعُوْنَهُ المُحَرَّمَ

"Bahwasanya seutama-utama shalat sesudah shalat fardlu, ialah shalat dalam perut malam, dan seutama-utama puasa sesudah puasa Ramadan, ialah puasa di bulan Allah yang kamu namai dengan bulan Muharram"

Dengan tegas Nabi SAW. menyatakan keutamaan bulan Al Muharram. Dia dinamakan bulan Allah. Dan dengan tegas Nabi SAW. menerangkan pula bahwa puasa bulan Muharram lebih utama dari bulan-bulan yang lain, selain bulan Ramadlan. Dalam bulan itu terdapat hari puasanya 'Asyura yang pahala puasanya mengkafaratkan dosa tahun yang lalu. Dalam bulan ini pula Allah menerima taubat Adam.

Puasa 'Asyura:

Amat disukai kita berpuasa pada hari "tasu'a," yaitu: hari yang ke sembilan dari bulan Muharram dan pada hari 'Asyura, yaitu hari yang ke sepuluh dari bulan Muharram.

Tetapi Ibn Hazm berpendapat, bahwa hari 'Asyura itu, ialah hari yang ke sembilan dari Muharram. Dan beliau berpendapat, bahwa sangat kuat disunatkan kita berpuasa pada hari yang ke sembilan itu, yang dinamai beliau dengan hari 'Asyura dan baik juga kita mengiringkan puasa itu dengan hari yang kesepuluhnya.

Pada sebelum difardlukan puasa Ramadlan, puasa 'Asyura ini wajib hukumnya, kemudian sesudah puasa Ramadlan difardlukan, maka puasa 'asyura dijadikan sunat.

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah r.a., ujarnya:

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ رَسُولُ اللهِ يَصُومُهُ ، فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ قَالَ ، مَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ

"Adalah hari 'asyura itu, hari orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliah dan Rasulullah juga mengerjakannya Setelah Rasulullah SAW. tiba di Madinah, beliau terus mengerjakan, serta menyuruh pula orang lain mengerjakannya. Setelah puasa Ramadlan difardlukan, beliaupun berkata: "Orang yang ingin berpuasa "Asyura, boleh ia mengerjakannya dan yang tidak ingin berpuasa 'Asyura, boleh ia tidak mengerjakannya"

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari Ibn Abbas, ujarnya:

  قَدِمَ النَّبِيُّ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ عَاشُوْرَاءَ ، فَقَالَ مَا هُذَا ؟ قَالُوْا  يَوْمٌ صَالِحٌ بَجَّى اللهُ فِيهِ مُوسَى وَبَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى فقال ، أَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنكُمْ ، فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ 

"Nabi SAW. datang ke Madinah, lalu beliau melikat orang-orang Yahudi berpuasa 'Asyura Maka beliau bertanya: "Mengapa mereka ber- puasa? "Mereka menjawab: "Suatu hari yang baik. Allah melepaskan Musa pada hari itu dan bani Israil dari musuh mereka, lalu Musa ber- puasa pada hari itu ('Asyura)." Maka Nabi berkata: "Saya lebih berhak terhadap Musa daripada kamu." Maka Nabipun berpuasa serta me nyuruh pula para shahabat turut berpuasa."

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari Abu Musa, ujarnya:

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صُوْمُوهُ أَنْتُمْ 

"Hari Asyura itu suatu hari yang dibesarkannya oleh orang-orang Yahudi dan dijadikannya hari raya. Maka Rasulullah berkata kepada para shahabat: "Berpuasalah kamu di hari Asyura itu."

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Qatadah, ujarnya : "Ditanyakan kepada Rasulullah SAW. tentang puasa 'asyura, maka Rasulullah SAW. menjawab":

يُكَفِرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ 

("Puasa 'Asyura itu) menutup dosa tahun yang telah lalu."

Dosa yang dikaffaratkan ini adalah dosa kecil, kalau tak ada dosa kecil, diringankan dosa-dosa besar. Kalau dosa-dosa besar tak ada pula, maka ditinggikan derajatnya.

Meluaskan perbelanjaan keluarga pada hari 'asyura 

Sangat disukai kita memperbanyak belanja untuk keluarga dan kerabat kita pada hari asyura ini.

1. Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

مَنْ أَوْسَعَ عَلَى عِيَالِهِ وَأَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ ، أَوْسَعَ اللَّهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَةٍ

"Barangsiapa meluaskan pemberian untuk keluarganya (orang yang wajib dia nafkahkan) dan ahlinya di hari 'Asyura, niscaya Allah meluaskan pula pemberian-Nya untuk diseluruh tahunnya."

2. Kata Ibn Hajj dalam Al Madkhal: "Memperbanyak belanja pada hari "asyura untuk keluarga, kerabat, anak yatim, fakir miskin dan bersedekah, sangat disukai dan digemari, akan tetapi dengan tidak memberatkan diri."

Ulama-ulama Salaf tidak memperbuat upacara merayakan hari ini. Mereka merayakan hari ini dengan beribadat dan bersedekah sahaja, bukan dengan melezat sedapkan dan mewarna-warnikan makanan.

Referensi Berdasarkan Buku Pedoman Puasa Karangan Hasbi Ash-Shiddieqy