Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hadits Makruhnya Banyak Bicara

Hadits Makruhnya Banyak Bicara
328- MAKRUHNYA BANYAK BICARA, SERTA MENGGUNAKAN BAHASA YANG JELEK

1745- عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَنَّ النَّبِيَّ  , قَالَ : (( هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُوْنَ )) قَالَهَا ثَلاَثاً , رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

1745. Dari Ibnu Mas’ud RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Binasalah orang-orang yang suka berlebih-lebihan.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali.” (HR. Muslim)

1746- وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمْرُو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا , أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ  قَالَ : ((إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْبَلِيْغَ مِنَ الرِّجَالِ الَّذِي يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ كَمَا تَتَخَلَّلُ الْبَقَرَةُ )) رَوَاهُ أَبْو دَاوُدَ , وَالتُّرْمِذِي ,وقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ .

1746. Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA, bahwasanya Rasulullah SAW, bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang berlagak fasih dalam berbicara, yaitu orang yang memainkan lidahnya sebagaimana halnya lembu ketika memainkan lidahnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan)

1747- وَ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا , أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ  , قَالَ : ((إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إلَيَّ, وَأْقَرَبِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا، وَإِنَّ أبْغَضَكُمْ إلَيَّ، وََأَبْعَدَكُمْ مِنِّي يَوْمَ الْقِيَامَةِِ , الثَرْثَارُوْنَ وَالْمُتَشَدِّقُوْنَ وَالْمُتَفَّيْهِقُوْنَ )) رَوَاهُ التُّرْمِذِي وقَالَ :حَدِيْثٌ حَسَنٌ . وَقَدْ سَبَقَ شَرْحُهُ فِي بَابِ حُسْنِ الْخُلُقِ

1747. Dari Jabir bin Abdullah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang paling aku cintai dan orang yang paling dekat kedudukannya di sisiku pada hari kiamat nanti adalah orang-orang baik budi pekertinya. Dan orang-orang yang paling aku benci dan orang yang paling jauh kedudukannya di sisi pada hari kiamat nanti adalah orang-orang yang banyak bicara, orang-orang yang berlagak fasih dan orang-orang yang bermulut besar.” (HR. Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan)

penjelasan hadits ini terdapat pada pada Budi Pekerti Yang Baik, nomer 636.