Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hadits Keutamaan Budak yang shaleh

Hadits Keutamaan Budak yang shaleh
238- KEUTAMAAN BUDAK YANG DAPAT MENUNAIKAN KEWAJIBANNYA

1370- عَنِ اْبنِ عُمَرَ رَضِيَ الله عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: (( إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا نَصَحَ لِسَيِّدِهِ وَأَحْسَنَ عِبَادَةَ اللهِ فَلَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

1370. Dari Ibnu Umar RA: “Rasulullah SAW. bersabda, “Seorang budak, jika ia tulus terhadap majikannya dan beribadah kepada Allah dengan baik, maka ia memperoleh dua kali pahala. (HR. Bukhari dan Muslim)

1371- وَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: (( لِلْعَبْدِ الْمَمْلُوْكِ الْمُصْلِحِ أَجْرَانِ والَّذِى نَفْسُ أَبِى هُرَيْرَةَ بِيَدِهِ لَوْلَا الْجِهَادُ فِى سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَجُّ وَبِرُّ أُمِّى لَأَحْبَبْتُ أَنْ أَمُوْتُ وَأَنَا مَمْلُوْكٌ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

1371. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW. bersabda, “Hamba sahaya yang baik mendapatkan dua pahala. Demi Dzat yang menguasai jiwa Abu Hurairah, seandainya tidak ada jihad fi sabilillah, haji dan berbakti kepada ibuku, niscaya aku lebih menyukai untuk mati dalam keadaan menjadi hamba sahaya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

1372-وَ عَنْ أَبِى مُوْسَى اَلْأَشْعَرِى رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: (( اَلْمَمْلُوْكُ الَّذِى يُحْسِنُ عِبَادَةَ رَبِّهِ وَيُؤَدِّى إِلَى سَيِّدِهِ الَّذِى عَلَيْهِ مِنَ الْحَقِّ وَالنَّصِيْحَةِ, وَالطَّاعَةِ, أَجْرَانِ )) رَوَاهُ الْبُخَارِى.

1372. Dari Abu Musa Al Asy’ari RA, ia berkata: “Rasulullah SAW. bersabda, “Hamba sahaya yang menyempurnakan ibadah kepada Tuhannya dan menunaikan hak majikannya, bertindak tulus dan taat, maka ia memperoleh dua pahala.” (HR. Bukhari)

1373- وَ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: (( ثَلَاثَةٌ لَهُمْ أَجْرَانِ: رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمَنَ بِنَبِيِّهِ وَآمَنَ بِمُحَمَّدٍ وَالْعَبْدُ الْمَمْلُوْكُ إِذَا أَدَّى حَقّ َاللهِ وَحَقَّ مَوَالِيْهِ وَرَجُلٌ كَانَتْ لَهُ أَمَةٌ فَأَدَّبَهَا فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبِهَا وَعَلّمَهَا فَأَحْسَنَ تَعْلِيْمِهَا ثُمَّ اعْتَقَهَا فَتَزَوَّجَهَا فَلَهُ أَجْرَانِ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

1373. Dari Abu Musa Al Asy’ari RA, ia berkata: “Rasulullah SAW. bersabda, “Ada tiga macam orang yang memperoleh dua pahala, yaitu: 1. Ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) yang beriman kepada Nabi-Nya dan beriman kepada Muhammad. 2. Hamba sahaya yang menunaikan hak Allah dan hak majikannya. 3. dan seorang laki-laki yang mempunyai budak perempuan, lalu mendidik dan mengajarinya hingga pandai, kemudian memerdekakannya, lalu mengawininya, maka orang itu memperoleh dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)