Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

HADITS DOA TIDUR

HADITS DOA TIDUR
127- DOA TIDUR

818-عَنِ اْلبَرَّاءِ بْنِ عَازِِبٍ رَضِيَ الله عَنْهُما قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ , إذا أوَى إِلَي فِرَاشِهِ نَامَ عَلَى شِقِّهِ اْلأَيْمَن ثُمَّ قَالَ: (اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِى إِلَيْكَ), وَوَجَهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ, وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ, وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ, رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ, لاَ مَلْجَأ وَلاَ مَنْجا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ. آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ, وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ) رَوَاهُ اْلبُخَارِي بِهَذَا اللَّفْظِ فِي كِتَابِ الْأَدَبِ مِنْ صَحِيْحِهِ.

818. Dari Al Barra’ bin Azib RA,, ia berkata: “Apabila Rasulullah SAW. berada di tempat tidurnya dan hendak tidur, maka beliau miring ke sebelah kanan, kemudian membaca “ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHII ILIKA WAFAWWADTU AMRII ILAIKA WA-ALJA’TU ZHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA-A WALAA MANJAA MINKA ILLA ILAIKA. AAMANTU BIKITAABIKA ALLADZI ANZALTA WANABIYYIKA ALLADZI ARSALTA” (Ya Allah, saya menyerahkan diriku kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksaan-Mu kecuali hnaya kepada-Mu. Saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan (beriman) dengan nabi-Mu yang Engkau utus.” [1](HR. Bukhari)

819- وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ لي رَسُوْلُ اللهِ  : إِذَا أَتَيْتَ َمضْجَعَكَ فَتَوَضَّأ وُضُوءَكَ للِصَّلاَةِ, ثُمَّ أضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ اْلأَيْمَن, وَقُلْ- وَذَكَرَ نَحْوَهُ, وفيه- وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُوْلُ) ٌََمُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

819. Dari Al Barra’ bin Azib RA, Ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah lebih dahulu seperti wudhumu untuk salat, kemudian berbaringlah pada pinggangmu yang kanan dan bacalaah doa ini - sama seperti doa yang telah disebutkan di atas-. Dalam hadist ini, Nabi SAW. Juga bersabda, “Jadikanlah bacaan doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

820- وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْهَا قَالَت : كَانَ النَّبِيّ  يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ إِحْدَي عَشَرَةَ رَكْعَةً, فَإِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيْفَتَيْنِ, ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقَّةِ اْلأَيْمَن حَتَّى يَجِيءَ الْمُؤَذَّنُ فَيُؤْذِنَهُ. ٌََمُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

820. Dari ‘Aisyah RA,, ia berkata: “Nabi SAW. biasa mengerjakan salat malam sebelas rakaat, dan jika fajar telah menyinsing maka beliau salat dua rakaat yang tidak terlalu lama, kemudian berbaring pada pinggang sebelah kanan sampai muazzin datang mengumandangkan azan subuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

821- وَعَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيّ , إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنَ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ, ثُمَّ يَقُوْلُ: ( اللَّهُمَّ باِسْمِكَ أمُوتُ وَأحْيَا) وَإذا سْتَيْقَظَ قَالَ :(الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أحْيَأَنْا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ. رَوَاهُ اْلبُخَارِي.

821. Dari Hudzaifah RA,, ia berkata: “Apabila Nabi SAW. hendak tidur pada waktu malam, maka baliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, kemudian berdoa ”ALLUMMA BISMIKA AMUUT WA AHYAA (Ya Allah, atas nama-Mu saya mati dan saya hidup). Dan apabila bangun, beliau berdoa “ALHAMDU LILLAH ALLADZI AHYAANAA BA’DA MAA AMAATANAA WAILAIHIN NUSYUUR” (Segala puji syukur bagi Allah, zat yang menghidupakan kami sesudah mematikan kami, dan hanya kepada-Nyalah kami dibangkitkan).” (HR. Bukhari)

822- وَعَنْ يَعِيشَ بن طِحْفَةَ الْغِفَارِيِّ رَضِيَ الله عَنْهُما قَالَ: قَالَ أَبِي: بَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعٌ فيِ الْمَسْجِدِ عَلَى بَطْنِى إِذَا رَجُلٌ يُحَرِّكُنِي بِرِجْلِهِ فقَالَ: (( إِنَّ هَذِهِ ضَجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللهُ)) قَالَ: فَنَظَرْتُ, فَإِذَا رَسُوْلُ اللهِ . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدُ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.

822. Dari Ya’isy bin Thikhfah Al Ghifariy RA., ia berkata: “Ayahku berkata: “Pada waktu saya tiduran menelungkup di dalam masjid tiba-tiba ada seseorang menggerakkan saya dengan kakinya dan berkata: “Tidur semacam ini adalah tidur yang dimurkai (dibenci) Allah.” Dan ketika aku lihat, ternyata orang itu adalah Rasulullah SAW.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shahih)

823- وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ, عَنْ رَسُوْلِ اللهِ  قَالَ: (( مَنْ قَعَدَ مَقْعَداً لَمْ يَذْكُرِ اللهِ تَعَالَى فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تَعَالَ تِرَةٌ, وَمَنِ اضْطَجَعَ مُضْطَجَعاً لاَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدُ بِإِسْنَاٍد حَسَنٍ.

823. Dari Abu Hurairah RA, Dari Rasulullah SAW., beliau bersabda, “Barang siapa yang duduk dalam sautu majlis kemudia ia tidak zikir kepada Allah Ta’ala, maka ia akan mendapatkan kerugian di hadapan Allah. Dan barang siapa yang berbaring kemudian ia tidak berzikir kepada Allah Ta’ala, maka ia juga akan mendapatkan kerugian di hadapan Allah.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang hasan)

[1] Hadis ini telah disebutkan sebelumnya pada nomor 81 dan akan dicantumkan juga pada nomor 1470. Imam Bukhari meriwayatka hadis ini pada Bab Wudhu, Doa dan Tauhid. Dengan tambahan yang tidak kami dapatkan pada Bab Adab ini. Lihat Fathul Baari 1/357 dan 11/109, 113, 115, 13/462.