Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hadits Ancaman Sumpah Palsu

Hadits Ancaman Sumpah Palsu
315- ANCAMAN SUMPAH PALSU DENGAN SENGAJA

1761- عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , أَنَّ النَّبِيَّ  , قَالَ: (( مَنْ حَلَفَ عَلَى مَالِ امْرِىءٍ مُسْلِمٍ بِغَيْرِ حَقِّهِ , لَقِيَ اللهُ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ )) قَالَ : ثُمَّ قَرَأَ عَلَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ , مِصْدَاقَهُ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ : )إِنَّ الََّذِينَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللهِ وَأَيْنَمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلاً ( إلى آخِيرِ الآ يَةِ [ 77- سورة اعمران ] مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

1721. Dari Ibnu Mas’ud RA, bahwasanya Nabi SAW. bersabda, “Barangsiapa bersumpah terhadap harta seorang muslim tanpa ada hak (untuk mengambil hartanya itu dengan sumpah bohong), maka ia akan bertemu Allah, dan Dia sangat murkan padanya.” Selanjutnya Ibnu Mas’ud berkata, “Kemudian Rasulullah SAW. membacakan kepada kami kebenaran sabdanya berupa firman Allah SWT: Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat, dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka adza yang pedih (QS. Aali Imraan (3):77).” (HR. Bukhari dan Muslim)

1722- وَعَنْ أَبِي أُمَامَة َإِيَاسِ بْنِ ثَعْلَبَةِ الْحَارِثِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ , أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ  , قَالَ : (( مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِىءٍ مُسْلِمٍ بِيَمِيْنِهِ, فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ. وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ )) فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ : وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيْرًا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ (( وَإِنْ كَانَ قَضِيبًا مِنْ أَرِاكٍ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ 

1722. Dari Abu Umamah Iyas bin Tsa’labah Al Haritsi RA, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa mengambil hak orang muslim dengan sumpahnya, maka Allah akan menetapkan baginya (siksaan) neraka, dan mengharamkan surga untuknya.” Seseorang bertanya kepada beliau, “Meskipun itu hanya sedikit wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Meskipun itu hanya sepotong dahan kayu arak (kayu untuk bersiwak).” (HR. Muslim)

1723- وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرُو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا , عَنِ النَّبِيّ  قَالَ : ((الْكَبَائِرُ : الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوقُ الوَالِدَيْنِ ,وَقَتْلُ النَّفْسِ , وَالْيَمِينُ الْغَمُوْسُ)) رَوَاهُ الْبُخَارِي
وَ فِي رِوَايَةٍ لّهُ أَنَّ أَعْرَبِيًا جَاءَ إِلَى النَّبِي  , فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا الْكَبَائِرُ ؟ قَالَ : الإِشْرَاكُ بِاللهِ , قَالَ : ثُمَّ مَاذَا ؟ قَالَ : الْيَمِينُ الْغَمُوْسُ , قُلْتُ : وَ ماَ الْبَمِيْنُ الْغَمُوْسَ ؟ قَالَ : الَّذِيْ يَقْتَطِعُ ماَلَ امْرِءٍ مُسْلِمٍ !

1723. Dari Abdullah bin ‘Amru bin Ash RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Di antara dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat yang lain, dikatakan, “Seorang arab badui datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang termasuk dosa-dosa besar itu?” Rasulullah bersabda, “Menyekutukan Allah.” Orang itu bertanya, “Kemudian apa?” Rasulullah bersabda, “Sumpah palsu.” Saya (Abdullah bin ‘Amru) bertanya, “Apakah sumpah palsu itu?” Rasulullah bersabda, “Yang merampas harta orang lain, yakni dengan bersumpah yang terkandung kebohongan.”