Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

HADITS ANJURAN BERSEGERA KEPADA KEBAIKAN

BERSEGERA KEPADA KEBAIKAN DAN ANJURAN UNTUK BERBUAT BAIK
BERSEGERA KEPADA KEBAIKAN DAN ANJURAN UNTUK BERBUAT BAIK, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ الله تَعَالى : "{فَاْسَتِبقُوْا الْخَيْرَاتِ}

”Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (Qs. Al-Baqarah(2) : 148 dan Al-Maaidah(5) : 51)

وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِِ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

”Dan bersegeraaalah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Aali Imraan(3) : 133)

88- فالأَوَّلُُ : عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : "باَدِرُوْا بِالأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ فَسَتَكُوْنُ فِتَنٌ كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يَصْبَحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيَمْسِي كَافِرًا، وَيَمْسِي مُؤْمِنًا وَيَصْبَحُ كَافِرًا، يَيِبْيعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا". رَوَاهُ مُسْلِم.

88. Dari Abu Hurairah RA, Ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Bersegeralah kalian untuk mengerjakan amal-amal Shaleh, karena akan terjadi bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita, yaitu seseorang yang di waktu pagi beriman tetapi pada waktu sore ia kafir atau sebaliknya pada waktu sore ia beriman dan pada pagi harinya ia kafir, dan ia rela menukar agamanya dengan sedikit keuntungan dunia.” (HR. Muslim)

89- الثَانِي : عَنْ أَبِي سِرْوَعَةَ – بِكَسْرِ السِّيْنِ الْمُهْمَلَةِ وَفَتْحِهَا – عُقْبَةَ بْنِ الْحَارِثِ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : صَلَّيْتُ وَرَاءَ النَِّبيِّ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّم باِلْمَدِيْنَةِ العَصْرَ، فَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ مُسْرِعًا فَتَخَطَّى رِقَابَ النَّاسِ إِلَى بَعضِ حُجَرِ نِسَائِهِ، فَفَزَعَ النَّاسُ مِنْ سُرْعَتِهِ، فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ فَرَأَى أَنَّهُمْ قَدْ عَجِبُوْا مِنْ سُرْعَتِهِ فقَالَ : "ذَكَرْتُ شَيْئًا مِنْ تِبْرٍ عِنْدَنَا فَكَرِهْتُ أَنْ يَحْبِسَنِي فَأَمَرْتُ بِقِسْمَتِهِ". رَوَاهُ البُخَارِي

89. Dari Abu Sirwa’ah Uqbah bin Al-Harits RA, ia berkata, “Aku shalat Ashar di belakang Nabi SAW ketika di Madinah. Setelah salam, beliau cepat-cepat bangkit melangkahi barisan para sahabat menuju kamar salah seorang istrinya. Para sahabat terkejut karena beliau sangat tergesa-gesa. Setelah itu Rasulullah keluar. Beliau heran melihat para sahabat yang terkejut itu, kemudian belaiu bersabda, ‘Aku teringat sepotong emas dan aku tak mau terganggu karenanya maka kau menyuruh untuk membagi-baginya.”

وفي رِوَايَة له "كنت خلفت في البيت تبرا من الصَدَقَة فكرهت أن أبيته".
"التبر" فطع ذهب، أو فضة.

Dalam riwayat lain disebutkan, “Aku meninggalkan sepotong emas yang harus kusedekahkan tetapi tertinggal di rumah, maka aku tidak ingin emas itu menginap di tempatku.” (HR. Bukhari)

90- الثَالِثُ : عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَجُلٌ لِلَّنِبيِّ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْمَ أُحٌدٍ : أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتَ فَأَيْنَ أَنَا ؟ قَالَ : "فيِ الجَنَّةِ" فَأَلْقَى تَمَرَاتٍ كُنَّ فِي يَدِهِ، ثُمَّ قَاتَلَ حَتَّى قُتِلَ. مُتَفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Jabir RA, Ia berkata, “Pada perang Uhud ada seorang yang bertanya pada Nabi SAW, ‘Apakah engkau tahu di manakah tempatku seandainya aku terbunuh ?.’ Beliau menjawab, ‘Di surga. Kemudian orang itu terus melemparkan biji-biji kurma yang ada di tangannya lalu ia maju ke medan perang hingga mati syahid terbunuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

91- الرَّابِعُ : عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله ُ عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُل إِلَى النَِبيّ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وسَلَّم فقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ الصَدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا ؟ قَالَ : "أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيْحٌ شَحِيْحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ اْلُحلْقُوْمُ قُلْتُ لِفُلاَنٍ كَذَا وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ". مُتَفَقٌ عَلَيْهِ

91. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Ada seorang yang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?.’ Beliau menjawab, ‘Bersedekahlah selama kamu masih sehat, suka harta, takut muiskin dan masih berkeinginan kaya. Dan janganlah kamu menunda-nunda, sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan, barulah kamu berkata, ‘Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian, padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli warisnya).’” (HR. Bukhari dan Muslim)

92- الخَامِسُ : عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وسَلَّمَ أَخَذَ سَيْفًا يَوْمَ أُحُدٍ فَقَالَ : "مَنْ يَأخُذُ مِنيِّ هَذَا" ؟ فَبَسَطُوْا أَيْدِيَهُمْ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ يَقُوْلُ : أَنَا أَنَا قَالَ : "فَمَنْ يَأْخُذُهُ بِحَقِّهِ" ؟ فَأَحْجَمَ اْلَقْوُم فَقَالَ َأبُوْ دُجَانَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ : أَنَا آخِذُهُ ِبَحَقِّهِ فََفلَقَ بِهِ هَامَ الْمُشْرِكِيْنَ. رَوَاهُ مُسْلِم.

92. Dari Anas RA, ia berkata, “Ketika perang Uhud Rasulullah SAW mengambil pedang seraya berkata, ‘Siapakah yang bersedia menerima pedang ini? ‘Maka setiap orang mengulurkan tangannya seraya berkata, ‘saya, saya.’ Beliau bersabda lagi: “Siapakah yang bersedia menerimanya?> Dengan penuh tanggung jawab?” maka semua orang terdiam, kemudian Abu Dujanah RA berkata: “Saya akan menerimanya dengan penuh tanggung jawab.” Maka pedang itu diberikan kepada Abu Dujanah.[1] Pedang itu digunakan olehnya untuk memenggal leher orang-orang musyrik.” (HR. Muslim)

93- السَّادِسُ : عَنِ الزُبَيْرِ بِنِ عَدِيًّ قَالَ : أَتَيْنَا أَنَسَ ْبنَ مَالِكً رَضِيَ الله ُ عَنْهُ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا ُنلْقِي مِنَ الحْجَاَّجِ. فَقَالَ : "اِصْبِرُوْا فَإِنَّهُ لاَ يَأْتيِ زَمَانٌ إِلاَّ وَالَذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقِوْا رَبَّكُمْ"، سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. رَوَاهُ البُخَارِي

93. Dari Zubair bin Adiy dia berkata, “Kami mendatangi Anas RA, dan mengadukan penderitaan yang kami alami dari kekejaman al-Hallaj, kemudian Anas menjawab, ‘Sabarlah kamu semua, sesungguhnya akan datang suatu masa di mana penderitaan akan lebih berat lagi, sehingga kamu semua bertemu dengan Tuhanmu (meninggal dunia). Saya mendengar hal itu dari Nabi SAW.’” (HR. Bukhari)

95- الثَامِنُ : عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ خَيْبَرَ : "لأُعْطِيَنَّ هذِهِ الرَّايَةَ رَجُلاً يُحِبُّ اللهَ ورَسُوْلهَ يَفْتَحُ الله عَلَى يَدَيَْهِ" قَالَ عُمَرُ رَضِيَ الله عَنْهُ : مَا أَحَبّبتُ الإِْمَارَةَ إِلاَّ يَوْمَئِذٍ، فَتَسَاوَرْتُ لهَاَ رَجَاءَ أَنْ أُدعَى لهََاَ، فَدَعَا رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وسَلَّمَ علَِيّض بْنَ أَبيِ طَالِبٍ رَضِيَ الله عَنْهُ فَأَعْطَاهُ إِياَّهَا وقَالَ : "اِمْشِ وَلاَ تَلْتَفِتْ حَتَّى يَفْتَحَ اللهُ عَلَيْكَ" فَسَارَ عَليَ شَيْئًا ثُمَّ وَقَفَ وَلَمْ يَلْتَفِتْ فَصَرَخَ : يَا رَسُوْلِ الله عَلَى مَاذَا أُقَاتِلُ النَّاسَ؟ قَالَ : "قَاتِلْهُمْ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، فَإِذَا فَعَلُوْا فَقَدْ مَنَعُوْا مِنْكَ دِمَاءَ هُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ". رَوَاهُ مُسْلِم 

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika perang Khaibar bersabda, ‘Aku benar-benar akan menyerahkan panji ini pada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah akan memberi kemenangan dari tangannya.’ Umar RA berkata, ‘Saya belum pernah antusias menjadi pemimpin kecuali hari ini. Maka saya menampakan diri dengan harapan supaya dipanggil oleh Nabi.’ Akan tetapi Rasulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan menyerahkan panji itu kepadanya, seraya bersabda, ‘Majulah ke depan dan janganlah kamu menoleh ke belakang sebelum Allah memberi kemenangan kepadamu.’ Kemudian Ali maju beberapa langkah lalu berhenti tapi tidak menoleh ke belakang dan berteriak, ‘Wahai Rasulullah siapakah yang harus aku perangi.’ Beliau menjawab, ‘Perangilah mereka sampai mereka mau bersaksi, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Apabila mereka telah bersaksi maka terpelihara harta dan darah mereka kecuali dengan haknya, adapun mengenai amal mereka terserah pada Allah.” (HR. Muslim)

[1] Abu Dujanah adalah kuniyah (nama lain) dari Sammak bin Harasyah