Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Surat Al-Zalzalah

Materi Surat Al-Zalzalah

1. Membaca Surat Al-Zalzalah

Surat Al-Zalzalah merupakan merupakan urutan surah yang ke 99 dalam al-Qur 'an. Surah Al-Zalzalah terdiri dari 8 ayat yang terletak antara surat Al-Bayyinah dan surat Al-‘Adiyat. Surat ini termasuk golongan surah Madaniyah karena diturunkan di kota Madinah. Surah ini disebut Al-Zalzalah yang artinya "Goncangan". Surah Al-Zalzalah diturunkan setelah Surat An-Nisa’.

Ayo, kita baca surah Al-Zalzalah berikut dengan sungguh-sungguh! Awali dengan membaca basmallah bersama:

Mari, amati cara gurumu melafalkan Surat Al-Zalzalah, Perhatikan gerak mulut dan panjang pendek ketika melafalkannya

Sebelum membaca surah Al-Zalzalah, cermati dahulu tulisan ayat pertama sampai dengan ayat terakhir.

Materi Surat Al-Zalzalah

Cermati dan tirukan pelafalan surah Al-Zalzalah di atas secara berulang-ulang sampai fasih dan lancar.

Baca juga: Materi Surat Al-Qari'ah

2. Mengartikan kosa-kata surat Al-Zalzalah:

LAFADH

ARTI

LAFADH

ARTI

إِذَا

Apabila

زُلْزِلَتِ

Diguncangkan

الْأَرْضُ

bumi

زِلْزَالَهَا

Seguncang-guncangnya

وَأَخْرَجَتِ

Dan mengeluarkan

أَثْقَالَهَا

Beban yang dikandungnya

وَقَالَ

Dan bertanya

الْإِنسَانُ

manusia

مَا لَهَا

Apa yang terjadi

يَوْمَئِذٍ

Pada hari itu

تُحَدِّثُ

menyampaikan

أَخْبَارَهَا

beritanya

بِأَنَّ

sesungguhnya

رَبَّكَ

tuhanmu

أَوْحَى لَهَا

Telah memerintahkan

يَصْدُرُ

Keluar dari kuburnya

النَّاسُ

manusia

أَشْتَاتاً

Berkelompok-kelompok

لِّيُرَوْا

Untuk diperlihatkan

أَعْمَالَهُمْ

Semua perbuatannya

فَمَن

Maka barangsiapa

يَعْمَلْ

Mengerjakan

مِثْقَالَ

seberat

ذَرَّةٍ

Biji sawi (atom)

يَرَهُ

Melihat(balasannya)

خَيْراً

Kebaikan

شَرّاً

Kejahatan

 

 


Terjemahan:
  1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat
  2. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya
  3. Dan manusia ber tanya: Ada apa dengan bumi ?
  4. Pada hari itu bumi menceritakan beri tanya
  5. Karena sesungguhnya tuhanmu telah mewahyukan baginya
  6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka
  7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji Dzarrah pun, maka dia akan melihatnya
  8. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat biji Dzarrah pun maka dia akan melihatnya
Baca juga: Materi Surat Al-Fiil

3. Kandungan Isi Surat Al-Zalzalah

Surah Az-Zalzalah Surah Az-Zalzalah memberikan gambaran bahwa pertanda kiamat sudah datang. Pada hari itu bumi bergetar dan berguncang dengan dahsyat, ditandai dengan gempa bumi, angin topan dan badai, serta gunung-gunung meletus berbaur menjadi satu.

Bumi mengeluarkan segala isi yang terkandung di dalamnya. Baik lahar, besi, timah, pasir, batu, air, tanah maupun manusia yang sudah meninggal, mereka dihidupkan kembali. Mengerikan sekali, tidak bisa dibayangkan bagaimana suasana saat itu.

Kejadian seperti itu membuat orang heran, kebingungan dan bertanya-tanya, " mengapa bumi jadi begini " ? Kebingungan semacam itu tidak lama, karena bumi langsung menceritakan datangnya kiamat dengan mengeluarkan isi-isinya atas kehendak Allah swt.

Kemudian bumi menceritakan bahwa terjadinya kiamat semata mata karena perintah Allah swt. dan Allah swt. kuasa atas segala sesuatu. Allah swt. memerintahkan bumi untuk mengeluarkan semua isinya. Kemudian bumi mematuhi perintah-Nya sehingga terjadilah guncangan yang sangat dahsyat itu.

Pada yaumul hisab manusia akan dibangkitkan dari kuburnya, lalu manusia dikumpulkan di padang mahsyar dalam keadaan yang berkelompok-kelompok. Mereka menunggu dengan penuh ketakutan, karena semua amal perbuatan mereka selama di dunia akan diperlihatkan. Barangsiapa yang melakukan perbuatan baik sekecil apapun akan mendapatkan balasannya. Sebaliknya, barangsiapa yang melakukan perbuatan buruk sekecil apapun pasti ada balasannya juga.

Bagaimana pendapatmu mengenai penjelasan surah Az-Zalzalah ? Apakah kamu sudah memahaminya ? Jika sudah paham, pastilah kamu mampu menerapkannya dalam kehidupan kamu sehari-hari.

4. Keutamaan Surat Al-Zalzalah

3. Kandungan Isi Surat Al-Zalzalah

Surah Az-Zalzalah Surah Az-Zalzalah memberikan gambaran bahwa pertanda kiamat sudah datang. Pada hari itu bumi bergetar dan berguncang dengan dahsyat, ditandai dengan gempa bumi, angin topan dan badai, serta gunung-gunung meletus berbaur menjadi satu.

Bumi mengeluarkan segala isi yang terkandung di dalamnya. Baik lahar, besi, timah, pasir, batu, air, tanah maupun manusia yang sudah meninggal, mereka dihidupkan kembali. Mengerikan sekali, tidak bisa dibayangkan bagaimana suasana saat itu.

Kejadian seperti itu membuat orang heran, kebingungan dan bertanya-tanya,”mengapa bumi jadi begini”? Kebingungan semacam itu tidak lama, karena bumi langsung menceritakan datangnya kiamat dengan mengeluarkan isi-isinya atas kehendak Allah swt.

Kemudian bumi menceritakan bahwa terjadinya kiamat semata mata karena perintah Allah swt. dan Allah swt. kuasa atas segala sesuatu. Allah swt. memerintahkan bumi untuk mengeluarkan semua isinya. Kemudian bumi mematuhi perintah-Nya sehingga terjadilah guncangan yang sangat dahsyat itu.

Pada yaumul hisab manusia akan dibangkitkan dari kuburnya, lalu manusia dikumpulkan di padang mahsyar dalam keadaan yang berkelompok-kelompok. Mereka menunggu dengan penuh ketakutan, karena semua amal perbuatan mereka selama di dunia akan diperlihatkan. Barangsiapa yang melakukan perbuatan baik sekecil apapun akan mendapatkan balasannya. Sebaliknya, barangsiapa yang melakukan perbuatan buruk sekecil apapun pasti ada balasannya juga.

Bagaimana pendapatmu mengenai penjelasan surah Az-Zalzalah ? Apakah kamu sudah memahaminya ? Jika sudah paham, pastilah kamu mampu menerapkannya dalam kehidupan kamu sehari-hari.

4. Keutamaan Surat Al-Zalzalah

Berkata At-Tirmidzi tentang keutamaan dari surat Al-Zalzalah berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas:

عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا زلزلـت تعدل نصف القرآن وقل هو الله أحد تعدل ثلث القرآن وقل يا أيها الكافرون تعدل ربع القرآن

dari Ibnu Abbas, ia berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Salam:”Surat Az-Zalzalah adalah setengah Al Qur'an, surat Al Ikhlas adalah sepertiga Al Qur'an, Surat Al Kafiruun adalah seperempat Al Qur'an,”(kemudian At-Tirmidzi berkata, bahwa hadits ini gharib).

Dan berkata pula At-Tirmidzi berdasarkan hadits dari Anas bin malik:

عن أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لرجل من أصحابه هـل تزوجت يا فلان قال لا والله يا رسول الله ولا عندي ما أتزوج به قال اليس معك قل هو الله أحد قال بلى قال ثلث القرآن قال أليس معك إذا جاء نصر الله والفتـح قال بلى قال ربع القرآن قال أليس معك قل يا أيها الكافرون قال بلى قـال ربـع القرآن قال أليس معك إذا زلزلت الأرض قال بلى قال ربع القرآن قال تزوج , قـال أبو عيسى هذا حديث حسن

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Salam bersabda kepada seseorang Pria diantara para sahabat beliau:”Apakah kamu telah menikah wahai Fulan ?,”pria itu menjawab:”Demi Allah belum wahai Rasulullah, dan saya tidak memiliki sesuatu (Mahar) untuk saya menikah ?,”beliau bersabda:”Apakah kamu hafal Surat Al Ikhlas ?,”ia menjawab, Ya, beliau bersabda:”Itu adalah sepertiga Al Qur'an, beliau bersabda: Apakah engkau hafal Surat An-Nashr ?,”ia menjawab, Ya, beliau bersabda:”Itu adalah seperempat Al Qur'an, beliau bersabda: Apakah kamu hafal Surat Al Kafiruun ?,”ia menjawab, Ya, beliau bersabda:”Itu adalah seperempat Al Qur'an, beliau bersabda: Apakah kamu hafal surat Az-Zalzalah ?,”ia menjawab:”Ya,”beliau bersabda:”Itu adalah seperempat Al Qur'an, menikahlah kamu,”(kemudian At Tirmidzi berkata, bahwa hadits ini Hasan)

Dan ada hadits lain riwayat Imam Turmuzi dari Abdullah bin Amru:

عن عبد الله بن عمرو قال أتى رجل رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال أقرئني يا رسول الله قال له اقرأ ثلاثا من ذات فقال الرجل كبرت سني واشتد قلبي وغلظ لساني قال فاقرأ من ذات حم فقال مثل مقالته الأولى فقال اقرأ ثلاثا من المسبحات فقال مثل مقالته فقال الرجل ولكن أقرئني يا رسول الله سورة جامعة فأقرأه إذا زلزلت الأرض حتى إذا فرغ منها قال الرجل والذي بعثك بالحق لا أزيد عليها أبدا ثم أدبر الرجل فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم أفلح الرويجل

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata, seorang pria datang menghadap kepada Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Salam, pria itu berkata:”Bacakanlah aku wahai Rasulullah,”beliau bersabda:”Bacalah tiga surat yang memiliki Ra, (alif laam Raa).”Maka pria itu berkata kepada beliau:”Umurku sudah tua, jantungku lemah dan lidahku kaku,”beliau bersabda:”Bacalah tiga surat yang memiliki Haa Miim,”maka pria itu berkata seperti ucapannya pertama, maka beliau bersabda:”Bacalah tiga surat tasbih,”maka pria itu berkata seperti ucapannya pertama, lalu ia berkata:”Akan tetapi wahai Rasulullah, bacakanlah kepadaku suatu surat إذا زلزلت الأرض: yang menyeluruh,”maka beliau membacakan kepadanya. (Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat), hingga ayat terakhir dari surat ini. Pria itu berkata:”Demi yang telah mengutusmu dengan haq sebagai Nabi, saya tidak akan menambahkan pada surat ini selama-lamanya,”kemudian pria itu pergi, maka Rasulullah bersabda:”Berbahagialah orang itu, berbahagialah orang itu (Hadits ini dikeluarkan pula oleh Abu Daud dan An-Nasa'i dari hadits Abu Abdurrahman Al Muqri).

5. Tafsir Surat Al-Zalzalah

Berkata ibru Abbas: إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat), jika bumi bergerak dari dasar bumi, وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya ), melemparkan apa yang ada didalamnya berupa mayat-mayat, banyak ulama salaf yang berpendapat seperti ini, dan ayat يا ini sama dengan firman Allah (Hai manusia, Bertaqwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya kegoconcangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar) (surat Al Hajj ayat ke-1), dan sama pula dengan firrman Allah: ( dan apabila bumi diratakan dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong) (Al Insyiqaq: 3-4).

Imam Muslim dalam kitab shahihnya mengutip hadits dari Abu Hurairah:

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم تقيء الأرض أفلاذ كبدها أمثال الأسطوان مـن الذهب والفضة فيجيء القاتل فيقول في هذا قتلت ويجيء القاطع فيقول في هـذا قطعت رحمي ويجيء السارق فيقول في هذا قطعت يدي ثم يدعونه فلا يأخذون منه شيئا

Dari Abu Hurairah, ia berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Salam:”Bahwa bumi mengeluarkan sesuatu yang ada didalamnya yang terkubur seperti bongkahan emas dan perak, lalu datang pembunuh dan berkata, karena ini aku membunuh, lalu datang pemutus (tali persaudaraan) dan berkata, karena ini aku memutuskan tali persaudaraan, lalu datang pencuri dan berkata:”karena ini aku dipotong tanganku,”kemudian mereka meninggalkan harta itu dan mereka tidak mengambil apapun dari harta itu.

Dan firman-Nya: وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا (dan manusia bertanya: ada apa dengan bumi ?), manusia bertanya-tanya seakan-akan mengingkari perilaku bumi yang bergoncang itu yang mana bumi sebelumnya adalah tetap dan tenang hingga manusia dapat berdiam di permukaan bumi itu, atau keadaan bumi berubah menjadi bergerak dan bergoncang, kemudian mengeluarkan apa-apa yang ada didalamnya berupa mayat-mayat yang terdahulu dan terakhir, dan saat itu manusia mengingkari dengan bertanya-tanya pada apa yang terjadi pada bumi, Allah SWT berfirman: (Dan bumi diganti dengan bumi yang lain dan begitu pula dengan langit, dan manusia berkumpul menghadap kepada Allah yang maha esa lagi maha Perkasa) (Ibrahim: 4-8).

Dan firman-Nya: يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (Pada hari itu bumi menceritakan beritanya), bumi menceritakan tentang apa yang dilakukan manusia di atas muka bumi. Berkata Imam Ahmad hadits dari Abu Hurairah:

عن أبي هريرة قال قرأ رسول الله صلى الله عليه وسلم هذه الآية (يوميذي تحدث أخبارها) قال أتدرون ما أخبارها قالوا اللـه ورسوله أعلم , قال فإن أخبارها أن تشهد على كل عبد وأمة بما عمل على ظهرها أن تقول عملت على كذا وكذا يوم كذا وكذا قال فهو أخبارها

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah membacakan ayat ini:”Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, beliau bersabda: tahukah kalian apakah beritanya itu ?,”para sahabat menjawab:”Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui,”beliau bersabda:”Sesungguhnya berita itu adalah bahwa bumi bersaksi atas segala perbuatan manusia atau umat di atas bumi ini dengan mengatakan, bahwa fulan melakukan ini dan itu, dan inilah berita yang diceritakan oleh bumi,”(kemudian At-Tirmidzi berkata hadits ini shahih dan gharib).

Dalam Mu'jam Ath-Thabrani”dari hadits Ibnu Luhai'ah, berkata kepada saya Al Harits bin Yazid mendengar Rubai'ah Al Hadasy bahwa Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Salam bersabda:”Berhati hatilah kalian terhadap bumi, karena sesungguhnya bumi itu adalah induk kalian, dan sesungguhnya tak seorangpun diantara kalian yang melakukan perbuatan baik atau buruk kecuali bumi akan menceritakan perbuatan itu."

Dan firman-Nya: بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (Karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan baginya), berkata Al Bukhari,”Mewahyukan baginya dan mewahyukan kepadanya adalah sama, pendapat sama juga diungkapkan oleh Ibnu Abbas, dan makna yang terkandung dalam ungkapan ini adalah mengizinkan bumi untuk melakukan hal itu. Dan berkata Syabib bin Basyar dari Ikrimah dari Ibnu Abbas: يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (Pada hari itu bumi menceritakan beritanya), la berkata, Allah berkata kepada bumi, wahai bumi berbicaralah, maka bumi itu berbicara, Mujahid berkata, mewahyukan kepada bumi artinya memerintahkan bumi, berkata, Al Qurzhi:”Allah memerintahkan kepada Bumi untuk mengeluarkan isi perutnya.

Dan firman-Nya: يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتاً (pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam ), maksudnya mereka kembali dari tempat perhitungan (hisab) dalam keadaan bermacam-macam antara yang berbahagia dan yang menderita, yang berbahagia diperintahkan menuju surga dan yang menderita diperintahkan ke neraka, berkata Ibnu Juraij, maksud dari ayat ini adalah bahwa pada hari itu terpencar-pencar hingga seseorang tidak bertemu dengan orang yang ia kenal baik saudara maupun kerabatnya, berkata As Suda Asy-tatan artinya bergolong-golongan dan berkelompok-kelompok.

Dan firman-Nya: لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (Supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka), agar mereka mengetahui perbuatan mereka untuk diberikan balasan sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan didunia berupa keburukkan ataupun kebaikan, sebab setelah ayat ini Allah berfirman: فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره , ومن بعمل مثقال ذرة شرا يره (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji Dzarrahpun, maka dia akan melihatnya , dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat biji Dzarrahpun maka ia akan melihatnya).

Berkata Imam Ahmad:

عن صعصعة بن معاوية حدثنا يزيد بن هارون أخبرنا-عم الفرزدق أله أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقرأ عليه (فمن يعمل مثقـال ذرة خيرا يراه ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره) قال حسبي لا أبال أن لا أسمع غيرهـا

Dari Sha'Sha'ah bin Muawiyah, paman dari Al Farazdaq, bahwa ia datang kepada Nabi Shalallahu’Alaihi Wa Salam, lalu membaca:”Barang siapa yang berbuat kebaikan seberat biji Dzarrah, maka dia akan melihatnya, dan barang siapa yang berbuat kejahatan seberat biji Dzarrah, maka dia akan melihatnya,”berkata Sha'Sha'ah:”Cukup bagiku ayat ini dan saya tidak perduli untuk tidak mendengar selain ayat ini.”(Hadits ini diriwayatkan pula oleh An Nasa'i).

Dalam shahih Al-Bukhari hadits dari ‘Adi Rasul bersabda:

اتقوا النار ولو بشق تمرة

“Takutlah kalian dari pada api neraka walaupun hanya dengan sepotong biji kurma

Dalam shahih Muslim hadits dari Abu Zar:

عن أبي ذر قال قال لي النبي صلى الله عليه وسلم لا تحقرن من المعروف شيئا ولو أن تلقى أخاك بوجه طلق

“Janganlah sekali-kali kamu merendahkan perbuatan baik yang sedikit sekalipun, walaupun engkau bertemu saudaramu dan wajahmu kepadanya dengan bersuka cita,

Dan dalam shahih Al Bukhari disebutkan pula hadits dari Abu Hurairah:

عن أبـي هريرة قال كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول يا نساء المسلمات لا تحــرن جارة لجارتها ولو فرسن شاة

"Wahai sekalian kaum wanita Mu'minat janganlah sekali-kali seorang tetangga meremahkan pemberian untuk tetangganya walaupun berupa kikil kambing”.

Berkata juga Imam Ahmad hadits dari Aisyah:

عن عائشـة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لها يا عائشة استتري من النار ولو بشـق تمرة فإنها تسد من الجائع مسدها من الشبعان

Dari Aisyah bahwa Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Salam, bersabda:”Wahai Aisyah tutuplah dirimu dari pada api neraka walaupun dengan sepotong biji kurma, karena sepotong biji kurma dapat menghilangkan lapar pada seseorang yang sedang lapar.”

Berkata Imam Ahmad juga hadits dari Aisyah:

أن عائشة أخبرته أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول يا عائشة إناك ومحقرات الذنوب فإن لها من الله عز وجل طالبا

bahwa ' Aisyah mengabarkan kepadanya bahwa Nabi Shalallahu’Alaihi Wa Salam bersabda:”Wahai Aisyah, hindarilah olehmu perbuatan-perbuatan dosa yang kecil karena sesungguhnya perbuatan-perbuatan dosa yang kecil itu akan dituntut oleh Allah (untuk mendapatkan balasannya).”)Hadits ini diriwayatkan pula oleh An-Nasa'i dan Ibnu Majah(.

Berkata Ibnu Jarir, dari Anas, ia berkata, ketika Abu Bakkar makan bersama Nabi Shalallahu’Alaihi Wa Salam, kemudian turun ayat ini: فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره { 7 } ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره (Maka barang siapa yang berbuat baik sebesar biji Dzarrah, maka ia akan melihatnya dan barang siapa yang melakukan kejahatan sebesar maka ia akan melihatnya). Lalu Abu Bakkar biji dzarrah pun mengangkat tangannya dan berkata, wahai Rasulullah, sesungguhnya aku akan menerima balasan dari apa yang aku perbuat dari perbuatan jahat sebesar biji Dzarrah, maka beliau bersabda:”Wahai Abu Bakkar, sesuatu yang dibenci didunia maka akan dihitung dengan ukuran Dzarrah kejahatan, dan Allah menyimpankan untukmu ukuran Dzarrah kebaikan hingga keduanya itu akan diberi ganjaran dihari kiamat.”

Hadits lain berkenaan dengan hal ini dari ' Abdullah bin Amr bin ' Aash, bahwa la berkata, ketika diturunkan Surat Az ZalZalah, saat itu Abu Bakar sedang duduk kemudian ia menangis, maka Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Salam bersabda kepadanya:”Apa yang membuatmu menangis wahai Abu Bakar,”Abu Bakar menjawab, yang membuat aku menangis adalah surat ini, maka beliau bersabda kepadanya:”Seandainya kalian tidak bersalah dan tidak berdosa maka bagaimana Allah Akan mengampunkan kalian, dan Allah pasti akan menciptakan suatu umat yang bersalah dan berdosa maka Allah akan mengampuni mereka...

Hadits lain dari Imam Ahmad

عن عبد بن مسعود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إيــاكم ومحقوات الذكوب فإنهن يجتمعن على الرجل حتى يهلكنه

Dari ' Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Salam bersabda:”Jauhkanlah oleh kalian untuk merendahkan (meremehkan) dosa-dosa kecil karena sesungguhnya dosa-dosa kecil itu akan berkumpul dalam diri seseorang hingga membinasakannya.

Rangkuman:
  1. Surah Az-Zalzalah berjumlah 8 ayat diturunkan sesudah Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah.
  2. Surah Az-Zalzalah diturunkan setelah surah An-Nisā.
  3. Surah Az-Zalzalah tergolong surah Madaniyyah, menjelaskan tentang hari kiamat.
  4. Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di padang mahsyar untuk diperlihatkan balasan atas perbuatan mereka di dunia.
  5. Manusia melakukan kebaikan sekecil apapun akan mendapatkan balasannya dan begitu juga sebaliknya.