Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Surat An-Naas

Materi Surat An-Naas

1. MEMBACA SURAT AN-NAAS
Surat An-Naas merupakan merupakan surah ke 114 dalam al-Qur 'an. Surah an-Nas terdiri dari 6 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah. Surah ini disebut an-Naas yang artinya "manusia". Surah an-Nās diturunkan setelah surah al- Falaq.

Ayo, kita baca surah An-Naas berikut dengan sungguh-sungguh! Awali dengan membaca basmallah bersama:
Mari, amati cara gurumu melafalkan Surat An-Naas, Perhatikan gerak mulut dan panjang pendek ketika melafalkannya
Sebelum membaca surah An-Naas, cermati dahulu tulisan ayat pertama sampai dengan ayat terakhir.

Matert Surat An-Naas
 
Cermati dan tirukan pelafalan surah An-Naas di atas secara berulang-ulang sampai fasih dan lancar.

1. Mengartikan kosa-kata surat An-Naas

LAFADH

ARTI

LAFADH

ARTI

قُلْ

Katakanlah

أَعُوذُ

Aku berlindung

بِرَبِّ

kepada tuhan

النَّاسِ

manusia

مَلِكِ

raja

إِلَهِ

Sembahan

مِن

dari

شَرّ

kejahatan

الْوَسْوَاسِ

Bisikan setan

الْخَنَّاسِ

Yang tersembunyi

الَّذِي

yang

يُوَسْوِسُ

membisikkan

فِي

kedalam

صُدُورِ

dada

الْجِنَّةِ

jin

وَ

dan


TERJEMAHAN:
  1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada tuhan manusia 
  2. Raja manusia
  3. Sembahan manusia
  4. Dari kejahatan bisikan yang bersembunyi
  5. Yang membisikan kedalam manusia
  6. Dari jin dan manusia

2. MEMAHAMI KANDUNGAN SURAT AN-NAAS

Pokok-pokok isi kandungan surah an-Naas adalah sebagai berikut:
  1. yaitu Allah telah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan seluruh manusia agar selalu memohon perlindungan-Nya karena Dia (Allah Swt.) adalah raja yang menguasai manusia.
  2. Allah adalah Tuhan yang wajib disembah dan dimintai perlindungan dari segala kejahatan baik yang berasal dari golongan jin maupun manusia.
Oleh karena itu, seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw., kalau kita rajin berdo'a dengan membaca surah an-Nas, maka Allah Swt, akan melindungi kita dari gangguan jin dan dari kejahatan manusia. Sedangkan meminta perlindungan (berdo'a) kepada selain Allah Swt. adalah sangat dilarang, karena termasuk Syirik. Syirik yaitu menyekutukan Allah Swt. maksudnya menyamakan Allah. dengan benda lain.

3. TAFSIR SURAT AN-NAAS

Dalam surat An-Naas Ini disebutkan ada tiga sifat diantara sifat-sifat Allah, yaitu Sifat Ketuhanan, Sifat Kerajaan dan Sifat Illahiyah, artinya Dia adalah tuhan pemilik segala sesuatu. 

Dengan demikian segala sesuatu itu adalah makhluk yang diciptakan, raja dari segala sesuatu dan tuhan yang disembah oleh segala sesuatu dan segala sesuatu menyembah-Nya, maka Allah memerintahkan kepada semua yang memohon perlindungan untuk berlindung kepada Allah memiliki sifat-sifat ini dari kejahatan yang tersembunyi, yaitu syaitan yang selalu menyertai manusia.

Karena sesungguhnya setiap manusia pasti memiliki syaitan yang mendampinginya untuk membisikkan kepada manusia untuk melakukan perbuatan jahat, dan yang bisa terhindar dari bisikan buruk syaitan itu hanya manusia yang men- dapat perlindungan dari Allah.

Dalam hadits shahih telah disebutkan Bahwa bersabda: "Tiap- tiap orang diantara kalian adalah telah disertakan kepadanya syaitan yang mengganggunya, " para sahabat bertanya: "Bagaimana denganmu wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Ya, termasuk aku, akan tetapi sesungguhnya Allah telah membantuku maka aku terhindar dari syaitan itu, dan Allah tidak menyuruhku kecuali untuk melakukan kebaikan. (HR. Muslim no. 2814 bab Sifat-sifat orang munafik)

Telah ditetapkan dalam shahihaini Dari Anas tentang kisah kunjungan Shafiyyah kepada Nabi ketika beliau sedang beritikaf, dan berjalannya beliau dengan seorang wanita itu pada malam hari. Tujuan Rasulullah adalah untuk memulangkan wanita itu kerumahnya kemudian dua orang dari golongan Anshar bertemu beliau, lalu ketika dua orang itu melihat Nabi, kedua orang itu mempercepat jalannya, maka Rasulullah bersabda: "Perlahan-lahanlah kalian sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyah binti Hayyi, "lalu kedua orang itu berkata, maha Suci Allah Wahai Rasulullah, maka beliau bersabda: "Sesungguhnya syaitan berada ditempat mengalirnya darah pada setiap diri manusia dan sesungguhnya aku khawatir syaitan itu akan mencampakkan kedalam hati kalian berdua sesuatu atau sesuatu kejahatan (HR. Al Bukhari no 6219 Bab Adab. Dan Muslim no. 2175 Bab Salam)

Rasulullah juga bersabda: "Sesungguhnya syaitan meletakkan cincinnya (berada) pada hati manusia, dan jika manusia itu ingat akan Allah maka syaitan akan bersembunyi, dan jika manusia lupa kepada Allah maka syaitan akan menelan (menguasai) hati. Itulah yang dimaksud dengan bisikan yang biasa bersembunyi. "Hadits gharib (HR Abu Ya'la dalam Musnadnya (7/278-279) no. 4301. AI Haitsami menyebutkan hadits ini dalam Majma'uz Zawa' id 7/152, kemudian ia berkata, hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya'la dan dalam sanadnya terdapat nama Uda bin Abu Imarah dan dia adalah dhaif)

Hadits dari "Ashim, Aku mendengar Abu Tamimah berkata dari orang yang duduk dibelakang Rasulullah , ia berkata, keledai yang ditunggangi Rasulullah terjatuh, maka saya berkata: "Celakalah Syaitan," lalu Nabi bersabda: Janganlah engkau katakan "Celakalah Syaitan, "karena sesungguhnya jika engkau katakan "celakalah Syaitan" maka setan itu semakin besar dan syaitan itu berkata: "dengan kekuatanku aku akan terus melawannya," dan jika engkau berkata: "Dengan nama Allah "maka syaitan itu akan menjadi kecil hingga ia bagaikan seekor lalat. (HR. Ahmad dalam Musnad S/39 dan Al Haitsami dalam Majma' uz Zawa' id 10/134-135. Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dengan beberapa sanad, dan orang-orang dalam sanad hadits ini semuanya shahih).

Dalam hadits ini terdapat petunjuk bahwa hati manusia jika mengingat Allah, maka syaitan akan menjadi kecil dan dapat dikalahkan, sebaliknya jika hati manusia tidak mengingat Allah, maka syaitan akan menjadi besar dan dia dapat mengalahkan.

Ibnu Abbas menjelaskan tentang surat An-Naas ayat yang ke-4 (Bisikan yang tersembunyi), ia berkata, itu adalah syaitan yang bertiarap (bersembunyi) dalam hati manusia dan jika manusia itu lupa atau lalai maka syaitan akan membisikan kejahatan pada manusia, dan jika manusia itu ingat kepada Allah dengan berdzikir, maka syaitan itu akan bersembunyi. Pendapat yang sama juga diungkapkan pula oleh Mujahid dan Qatadah, dan berkata Al Mu'tamir bin Sulaiman dari ayahnya, disebutkan kepadaku bahwa syaitan berbisik dengan meniupkan: pada hati manusia ketika sedih, dan ketika gembira, lalu jika manusia mengingat Allah maka syaitan itu akan bersembunyi, berkata Al 'Uufi (Bisikan yang dari bnu Abbas tentang firman-Nya: bersembunyi), ia berkata, yaitu syaitan yang memerintahkan dan jika perintah itu ditaati, maka syaitan itu akan bersembunyi.

Dan firman Allah ayat yang ke-5 (Yang membisikan kedalam hati manusia). Apakah hal ini khusus ditujukan kepada anak Adam sebagaimana yang telah nampak secara jelas dalam ayat ini ataukah bersifat umum ditujukan kepada anak Adam dan bangsa Jin, ini masuk dalem ungkapan manusia.

Dan firman-Nya: (dari jin dan manusia), ayat ini merupakan penafsiran ayat sebelumnya yang berbunyi sis (Yang membisikan kedalam dada manusia), kemudian diterangkan: (مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ), dengan demikian semakin kuatlah pendapat kedua yang menyatukan ayat kelima dari surat ini adalah bersifat umum yaitu golongan jin dan manusia.
Dan ada juga yang berpendapat bahwa firman Allah: (مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ), adalah merupakan penafsiran ayat yang berbunyi: (الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ), yaitu syaitan-syaitan dari jenis jin manusia sebagaimana firman Allah: (Dan demikianlah kami jadikan dari tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan manusia dan jin, sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain, perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia). (Al An'aam: 112).

Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad, Berkata kepada kami Waki', berkata kepada kami AI Mas'udi, berkata kepada kami Abu Umar Ad-Damasyqi, berkata kepada Ubaid bin Al Khasykhasy dari Abu Dzar, ia berkata: "Aku datang menemui Rasulullah saat beliau berada dimasjid, maka aku duduk dan beliau bersabda: "wahai Abu Dzar, sudahkah engkau shalat?, "aku menjawab: "belum," beliau bersabda: "berdiri dan shalatlah," Abu dzar berkata, maka aku berdiri melakukan shalat dan kemudian aku duduk, maka beliau bersabda: "Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan syaitan (jenis) jin dan manusia, "Abu Dzar berkata: "Wahai Rasulullah, apakah ada syaitan dari jenis manusia?," beliau bersabda: "Ya, " Abu Dzar berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana tentang shalat?," beliau bersabda: "Sebaik-baiknya perkara, maka barang siapa yang mnghendaki, maka hendaknya ia menjadikan banyak atau sedikit, "Abu Dzar berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan puasa?," beliau bersabda: "Suatu kewajiban yang diberi pahalanya dan disisi Allah pahala itu akan semakin bertambah, " Abu Dzar berkata: "Wahai Rasulullah bagaimana dengan Shadaqah?," beliau bersabda: "Pahala yang berlipat-lipat," Abu Dzar berkata: "Wahai Rasulullah bagaimana dengan Shadaqah yang terbaik?," beliau bersabda: "Harta sedikit yang dishadaqahkan atau shadaqah yang kepada fakir dengan sembunyi- " Abu Dzar berkata: "Wahai Rasulullah Nabi Siapakah yang pertama?," bersabda Rasulullah : "Nabi Adam, " Abu Dzar berkata: "Wahai Rasulullah berapakah jumlah Nabi yang diutus?," beliau bersabda: "Tiga ratus dan beberapa puluh jumlah yang amat besar," Abu Dzar berkata: "Wahai Rasuluilah apakah yang paling besar diturunkan kepadamu?," beliau bersabda: "Ayat Kursi, "dan hadits ini diriwayatkan pula oleh An-Nasa'i dari hadits Abu 'Umar Ad- Dimasyqy ia mengeluarkan hadits ini dengan panjang sekali, dan juga hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hatim bin Hibban dalam Shahihnya' Aunquas melalui jalan lain dengan hadits yang amat panjang sekali. Dikeluarkan oleh An-Nasa'i secara ringkas 8/316 bab Isti adrah Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban 276 no. 361.