Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengaturan Pola Makan Untuk Hipertensi

Pengaturan Pola Makan Untuk Hipertensi

Pengaturan makanan untuk penderita hipertensi didasarkan atas berbagai pertimbangan yaitu: derajat hipertensinya, ada tidaknya penyakit komplikasi, aktivitas sehari-hari dan berat badan. Untuk semuanya itu diperlukan pemeriksaan dokter. Disamping itu diperlukan pula pengetahuan mengenai bahan makanan, khususnya yang banyak mengan- dung natrium atau sodium, yang mengandung rendah kolesterol serta bahan makanan yang mengandung tinggi serat.

Prinsip pengaturan makanannya ialah memberikan menu yang sesuai dengan kecukupan kalori yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan kondisi penyakitnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan darah dan mempertahankannya pada nilai yang normal. Menu sehat dan seimbang untuk orang sehat rata-rata mengandung 2800 - 6000 mg natrium sehari, yang setara dengan 7000 - 15000 mg garam dapur. Garam dapur disebut juga natrium chlorida dengan rumus kimia NaCi. Syarat-syarat pengaturan makanan untuk penderita hipertensi adalah:

Pertama membatasi asupan natrium, baik yang berasal dari garam dapur maupun dari bahan makanan yang mengandung natrium yang tinggi.

Kedua, mengurangi konsumsi bahan makanan yang mengandung kolesterol dan ketiga, memperbanyak konsumsi bahan makanan yang mengandung serat makanan. Pengaturan makanan ini secara populer disebut diet rendah garam, rendah kolesterol, tinggi serat.

Baca juga: Cara Pencegahan Hipertensi

Rendah Garam

Tujuan membatasi asupan garam adalah untuk membantu meng- hilangkan retensi (penahanan) garam dan air dalam jaringan tubuh, sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah udema. Disamping itu juga mencegah terjadinya komplikasi.

Menu rendah garam harus mengandung zat-zat gizi yang cukup, baik jumlah kalori, protein, mineral maupun vitamin, sedangkan lemak dibatasi. Terdapat 3 macam diet rendah garam, sesuai dengan tingkat penyakit hipertensinya. Hipertensi tingkat ringan harus konsumsi natrium sekitar1000 - 1200 mg setara dengan 2000 mg (1/2 sendok teh) garam dapur. Tingkat sedang: konsumsi natrium 600 - 800 mg setara dengan 1000 mg (1/4 sendok teh) garam dapur. Tingkat berat: konsumsi natrium 200 - 400 mg. Dalam hal ini masakan tidak menggunakan garam sama sekali. Natrium hanya diperoleh dari bahan makanan asli.

Dalam melakukan diet rendah garam harus diperhatikan pula makanan yang mengandung natrium tinggi yaitu makanan olahan yang menggunakan soda kue (=sodium bikarbonat), bumbu penyedap makanan (=mono sodium glutamat, MSG), pengawet makanan (= natrium benzoat), mentega dan margarin. Contoh makanan olahan yang mengandung natrium yang tinggi yang harus dibatasi adalah: roti, biskuit, cake, kue tarcis dan sejenisnya, keju kacang tanah, sawi asin, asinan, kecap, vetsin, terasi, maggi, tomato ketchup, petis, taoco, ikan asin, telur asin, sardin, sosis, corned beef.

Untuk mempertinggi cita rasa masakan dapat menggunakan bumbu-bumbu lain yang tidak mengandung natrium misalnya gula, cuka, cabe, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, laos dan sejenisnya. Beberapa obat-obatan ada yang mengandung natrium dan ephedrin yang dapat meninggikan tekanan darah, misalnya pada beberapa obat sakit kepala, obat flu dan obat batuk.

Oleh karena itu penderita hipertensi harus hati-hati dalam penggunaan obat-obatan, sebaiknya dikonsultasi- kan terlebih dahulu kepada dokternya.

Rendah Kolesterol

Kolesterol adalah derivat lemak yang dibentuk dalam tubuh. Hanya sekitar 30 % yang diperoleh dari makanan. Kolesterol merupakan bahan pembentuk beberapa jenis hormon antara lain hommon steroid, hommon sex, bahan pembentuk garam empedu dan merupakan provitamin D. Jadi kolesterol sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kadar kolesterol darah yang normal adalah < 200 mg/ dl. Namun apabila kadar kolesterol darah terlalu tinggi maka akan mengganggu kesehatan. Kolesterol dapat melekat pada dinding lapisan dalam dari pembuluh darah sehingga dindingnya menebal dan akibatnya ruangan yang mengalirkan darah menyempit sehingga aliran darah terganggu. Keadaan ini disebut aterosklerosis (atherosclerosis).

Apabila aterosklerosis itu terjadi di arteri koronaria yang mensuplai darah ke otot jantung maka akan mengakibatkan penyakit jantung koroner. Demikian uga bila aterosklerosis terjadi di pembuluh darah otak maka akan mengakibatkan stroke; dan bila terjadi di pembuluh darah ginjal akan mengakibatkan gagal ginjal. Diet rendah kolesterol bertujuan menurunkan kadar kolesterol darah hingga mencapai < 200 mg/dl dan mencegah terjadinya komplikasi pada penyakit hipertensi, Bahan makanan yang mengandung kolesterol tinggi biasanya berasal dari hewan misalnya: otak, lidah, paru, jantung, jeroan termasuk usus, babat, limpa, ginjal, hati, kepiting, rajungan, udang, cumi, kerang dan kuning telur.

Oleh karena itu bahan makanan ini harus dihindari. Penggunaan telur dalam menu dibatasi yaitu 3 telur dalam seminggu. Dewasa ini ada produk telur rendah kolesterol sehingga para penderita hipertensi dapat mengkonsumsi telur lebih bebas. Lemak jenuh cenderung menaikkan kadar kolesterol darah. Oleh karena itu pemakaiannya harus dibatasi. Lemak jenuh yang berasal dari hewan adalah: lemak (gajih) hewan ternak, daging hewan ternak: sapi, kerbau, kambing, susu, keju, mentega, yoghurt.

Penggunaan susu penuh (full cream) dapat diganti dengan susu rendah lemak (susu skim). Lemak jenuh yang berasal dari tanaman adalah kelapa dan hasil olahannya yaitu santan dan minyak kelapa. Lemak tidak jenuh mengandung asam lemak tidak jenuh tunggal atau ganda atau disebut juga asam lemak esensial cenderung menurun- kan kadar kolesterol darah. Dengan demikian penggunaannya dalam diet ini sangat dianjurkan baik untuk menumis maupun untuk menggoreng. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak tidak jenuh adalah: minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak wijen dan minyak zaitun. Ikan dan minyak ikan juga dianjurkan karena mengandung banyak asam lemak tidak jenuh.

Tinggi Serat

Serat makanan (dietary fiber) adalah karbohidrat polisakarida yang udak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia; terdiri atas dua Jehis yaitu yang larut dan yang tidak larut dalam air. Serat makanan yang larut dalam air adalah: gums, gels, mucilages, pektin, hemiselulosa dan Serat makanan yang tidak larut dalam air adalah: lignin, selulosa dan sebagian dari hemiselulosa. Sifat serat makanan antara lain dia dapat mengikat kolesterol dalam usus sehingga ikatan kolesterol-serat itu tidak dapat diserap oleh usus untuk masuk ke dalam darah.

Selanjutnya ikatan kolesterol serat itu dikeluarkan melalui tinja. Sehingga dengan demikian serat makanan dapat mencegah naiknya kadar kolesterol dalam darah.

Berdasarkan sifat serat makanan tersebut di atas, maka para penderita hipertensi dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Adapun bahan makanan yang mengandung serat makanan yang cukup tinggi adalah:
  1. Kelompok sayur-mayur; semua jenis sayuran mengandung kadar serat makanan yang tinggi.
  2. Kelompok buah-buahan; semua buah mempunyai kadar serat yang tinggi, terutama buah yang dapat dimakan dengan kulitnya seperti anggur, apel, belimbing, jambu air, jambu bol, jambu biji, pir. 
  3. Kelompok protein nabati; semua kacang-kacangan dan hasil olahannya, tempe, tahu, oncom.
  4. Kelompok sumber karbohidrat; serealia, beras, gandum, jagung, jali. Serat makanan pada beras terdapat terutama di lapisan luarnya, yang disebut bekatul atau dedak halus.



Sumber:

Buku Makanan Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Ilmu Gizi oleh Dr. Hj. Tien Ch. Tirtawinata Sp.GK