Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fungsi Makanan Bagi Manusia

Fungsi Makanan Bagi Manusia

Makanan adalah salah satu kebutuhaan pokok bagi manusia. Tubuh manusia terbentuk dari apa yang dimakannya. Dari makanan yang dimakan oleh manusia itu dapat menghasilkan tenaga atau energi. Itu sangat perlu untuk kelangsungan hidup dan untuk aktivitas fisiknya. Apabila tidak tersedianya makanan di bumi ini, niscaya tidak ada kehidupan yang kita rasakan sebagaimana sekarang ini. Selain untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan energi, makanan merupakan pula bagian dari kehidupan sosial budaya. Kegembiraan, rasa kasih-sayang, rasa syukur, semuanya itu biasanya diungkapkan dengan sesuatu yang istimewa. Manusia mengungkapkannya dengan selamatan yang menghidangkan berbagai makanan yang lezat. Demikian juga dalam agama, makanan mempunyai tempat yang sangat penting; misalnya dalam Al-Quran-kitab pegangan umat Islam- terdapat sejumlah ayat yang berbicara tentang makan dan makanan.

Baca juga: Pentingnya Makanan Halal Dan Bergizi

Kepedulian Allah sangat besar terhadap soal makanan dan aktivitas makan untuk makhluknya. Hal ini tercermin dari firmannya dalam Al-Quran mengenai kata tha'am yang berarti "makanan" yang terulang sebanyak 48 kali dalam berbagai bentuknya. Ditambah pula dengan kata akala yang berarti "makan" sebagai kata kerja yang tertulis sebanyak 109 kali dalam berbagai derivasinya, termasuk perintah "makanlah" sebanyak 27 kali. Sedangkan kegiatan yang berhubungan dengan makan yaitu "minum" yang dalam bahasa Al-Quran disebut syariba terulang sebanyak 39 kali. Betapa pentingnya makanan untuk kehidupan manusia, maka Allah Swt. mengatur bahwa aktivitas makan selalu diikuti dengan rasa nikmat dan puas, sehingga manusia sering lupa bahwa makan itu bertujuan untuk kelangsungan hidup dan bukan sebaliknya, hidup untuk makan.

Sebagai kaum muslimin yang tinggal di negara di mana penduduk- nya mayoritas beragama Islam, seyogianya kita mempelajari petunjuk. petunjuk tentang makanan yang tertulis dalam Al-Quran. Berikut ini penulis sampaikan beberapa contoh ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan makanan adalah:
  1. Manusia dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib.(QS An-Nahl (16):114, QS Al-Maidah (5): 88, QS Al-Baqarah (2):68 dan QS Al-Muk minün (23):51)
  2. Melarang makanan tertentu yang dianggap haram.(QS Al-Baqarah (2):173, QS Al- Maidah (5):3 dan QS Al-An'âm (6):145).
  3. Ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan perintah makan selalu diikuti dengan perintah melakukan aktivitas tertentu bagi manusia. Di dalam Al-Qur'an Terdapat sekitar 27 ayat yang berkenaan dengan masalah ini.
  4. Dianjurkan agar tidak boleh makan berlebihan. { QS Al-A'râf (7):31 dan QS Thả Hà (20):81 }.
  5. "Hendaklah manusia memperhatikan makanannya", demikianlah anjuran yang tersurat dalam QS 'Abasa (80):24.

Apabila kita memahami ayat-ayat tersebut di atas, maka semuanya itu merupakan isyarat-isyarat yang bersifat umum dan universal, namun sarat makna sehingga mengajak para pembacanya untuk berfikir dan menganalisis makna yang tersurat dan tersirat di dalamnya dengan akibat menimbulkan pertanyaan-pertanyaan:

Bahan makanan apa saja yang dianggap halal dan thayyib dan apa pula yang haram?

Mengapa demikian?

Mengapa perintah makan selalu dikuti dengan perintah melakukan aktivitas tertentu?

Apakah ada hubungan timbal balik antara makanan dan aktivitas?

Mengapa tidak boleh makan berlebihan?

Berapa jumlah makanan yang harus disantap seseorang yang dianggap cukup?

Untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, tidak pada tempal- nya apabila kita mengharapkan jawabannya terdapat dalam Al-Quran atau hadis. Al-Quran memang bukan buku ilmiah sebagaimana halnya buku ilmiah yang kita kenal, yaitu yang mengupas suatu hal secara sistematis, rinci dan tuntas. Petunjuk-petunjuk dalam Al-Quran bersifat umum, universal, banyak menggunakan simbol-simbol, tamsil dan per umpamaan; namun demikian, ayat-ayatnya adalah firman Allah Swt. yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sehingga selalu mengungkapkan kebenaran, (QS As-Syura (42):17)

Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu manusia harus memikirkan dan menemukan jawabannya sendiri. Untuk itu Allah telah menganugerahkan kepada manusia pikiran, naluri, perasaan serta kemampuan yang harus digunakan untuk mengatasi masalah kehidupannya sehari-hari, termasuk makanannya. Di samping itu manusia mempunyai sifat ingin tahu, mengamati, meneliti sesuatu dan kemudian dengan akal pikiran, naluri dan pe- rasaannya mengambil kesimpulan dari apa yang diketahuinya, sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan itu manusia mempunyai kemampuan untuk dapat mengatasi dan menanggulangi masalah hidupnya sehari-hari.




Sumber:

Buku Makanan Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Ilmu Gizi oleh Dr. Hj. Tien Ch. Tirtawinata Sp.GK.