Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Jitu Mengobati Penyakit Asam Urat

Cara Jitu Mengobati  Penyakit Asam Urat
Upaya penyembuhan penyakit gout atau gangguan asam yang paling efektif adalah dengan terapi kombinasi yaitu terapi farmakologik dengan menggunakan obat-obatan bersamaan dengan terapi nutrisi yaitu dengan pengaturan makanan.

Baca juga:
Terapi Farmakologik

Penggunaan obat-obatan bertujuan menghilangkan rasa nyen dan menurunkan kadar asam urat. Pada serangan akut diberikan colchinine. phenyibutazone atau derivatnya yaitu oxyphenbutazone (Gutman, 1963).

Menurut Tehupeoiry (1987), terdapat dua golongan obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit gout. Golongan pertama adalah xantine oxidase inhibitor atau alopurinor yaitu penghambat enzim xantin oksidase yang berfungsi menghambat xantin menjadi asam urat. Jadi alopurinol menghambat produksi asam urat dengan akibat kadar asam urat dalam serum menurun. Alopurinol diberikan pada stadium awal dan pada stadium artritis akut.

Golongan kedua adalah golongan urikosurik yang berperan meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal dan urin, sehingga kadar asam urat dalam serum menurun. Biasanya diberikan pada stadium lanjut untuk mencegah terjadinya tofi. Dalam golongan urikosurik ini termasuk probenesid, sulfinpirazon, azapropazon dan benzbromaron.

Pengaturan Pola Makanan

Pengaturan makanan untuk penderita penyakit gout merupakan upaya penyembuhan secara paripurna disamping terapi pengobatan. Prinsip pengaturan makanannya ialah memberikan menu yang sesuai dengan kecukupan kalori yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan kondisi penyakitnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi pembentukan asam urat dan meningkatkan ekskresinya melalui urin.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah: cukup kalori, cukup vitamin dan mineral, rendah purin, tinggi karbohidrat, cukup protein, rendah lemak, tinggi cairan dan tanpa alkohol.
  1. Cukup Kalori, Sesuai dengan Kebutuhan Jumlah kalori harus sesuai dengan berat badan ideal dan kegiatan penderita. Bagi penderita yang gemuk dianjurkan untuk menurunkan berat badannya secara bertahap. Konsumsi makanan dikurangi 10 - 15% dari jumlah kalori total. Dengan demikian diharapkan penurunan berat badan sekitar 1 kg dalam sebulan. Diet rendah kalori secara ketat atau penurunan berat badan secara drastis tidak dianjurkan karena akan memicu terjadinya benda-benda keton. Benda keton ini akan menghambat pengeluaran asam urat melalui urin.
  2. Cukup Vitamin dan Mineral. Buah-buahan dan sayur-mayur merupakan sumber vitamin dan mineral, oleh karena itu bagi penderita penyakit gout dianjurkan untuk mengkonsumsi sekurang-kurangnya 3 porsi buah-buahan dan 3 porsi sayuran per hari. Semua buah bebas dimakan, kecuali advokat, nangka dan durian karena mengandung lemak yang tinggi. Demikian pula semua jenis sayur-mayur bebas untuk dikonsumsi kecuali kembang kol, buncis kapri, asparagus, jamur dan bayam sebaiknya dibatasi jumlahnya.
  3. Rendah Purin Menu sehat dan seimbang umumnya mengandung 600-1000 mg purin dalam sehari. Untuk penderita penyakit gout dengan hiperurisemia >10 mg/dl atau dengan peradangan sendi akut harus diberikan menu bebas purin. Namun dalam kenyataannya, tidak mungkin membuat menu bebas purin karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein yang dalam proses metabolisme- nya menghasilkan purin dan akhirnya asam urat. Menu yang kandungan purinnya seminimal mungkin dan masih "layak santap" adalah menu rendah purin 100 - 150 mg per hari.
  4. Tinggi Karbohidrat . Karbohidrat yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks yaitu: nasi, mie, bihun, roti, singkong, ubi, talas, sukun, sago. Karbohidrat diberi- kan sekitar 65-70 % dari kalori total, namun karbohidrat sederhana harus dikurangi konsumsinya misalnya gula, permen, sirup dan makanan yang manis lainnya. Glukosa, sakarosa dan trukiosa cenderung meningkatkan kadar asam urat dalam serum.
  5. Protein Dibatasi. Pada penderita penyakit gout masukan protein perlu dibatasi, namun pembatasannya tidak terlalu ketat yaitu 0,8-1 g/kg berat badan/hari atau 50 - 70 gram per hari. Hal ini disebabkan karena protein dapat meningkatkan produksi asam urat, terutama beberapa protein hewani misalnya jeroan hewan temak termasuk lidah, jantung, paru, babat, usus, ginjal dan hati. Demikian juga kerang, daging bebek, angsa dan burung. Protein hewani yang kandungan purinnya relatif rendah dan diperkenankan untuk dikonsumsi adalah daging hewan ternak tanpa lemak, ayam, ikan, telur, susu dan hasil olahannya yaitu yoghurt dan keju. Protein nabati juga dibatasi. Konsumsi kacang-kacangan dalam keadaan kering yang diperkenankan adalah 25 gram per hari, sedangkan hasil olahannya yaitu tempe atau oncom 50 g dan tahu 75 g perhari. Sumber protein nabati yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah yang berasal dari serealia yaitu beras, gandum, jagung dan sejenisnya.
  6. Rendah Lemak. Lemak dan minyak cenderung menghambat ekskresi asam urat me- lalui ginjal dan urin. Oleh karena itu konsumsi lemak untuk penderita penyakit gout perlu dikurangi yaitu 15% dari kalori total. Sebagai- mana kita ketahui, pada orang sehat konsumsi lemak yang dianjur- kan adalah 20- 25% dari kalori total. Kepada penderita dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan gorengan, yang berlemak, bersantan dan kue-kue yang banyak menggunakan mentega atau margarin. Masakan yang biasa- nya digoreng, sebaiknya dipanggang, dibakar atau dikukus.
  7. Tinggi Cairan. Masukan cairan terutama diperoleh dari minuman. Bila pada orang sehat dianjurkan untuk minum sekurang-kurangnya 1,5 - 2 liter sehari, maka pada penderita penyakit gout dianjurkan untuk minum sekurang-kurangnya 2,5 liter atau sekitar 10 gelas sehari. Adapun jenis minuman yang dianjurkan adalah air putih, air teh, kopi, cokelat, minuman ringan, sirop dan jus buah. Masukan cairan dapat pula melalui kuah sayuran, sayur-mayur dan buah-buahan. Buah yang banyak mengandung cairan antara lain adalah anggur, belimbing, blewah, jambu biji, jambu air, melon, nanas, pepaya dan semangka. Sebenarnya semua jenis buah-buahan di- anjurkan untuk dikonsumsi, kecuali duren, alpuket dan nangka sebaiknya dihindari karena kandungan lemaknya tinggi.
  8. Tanpa alk0h0l. Para penderita penyakit gout seharusnya tidak mengkonsumsi alk0h0l, karena hasil metabolisme alk0h0l adalah asam laktat. Berbagal penelitian membuktikan bahwa asam laktat ini menghambat penge- luaran asam urat melalui ginjal dan urin, sehingga kadar asam urat dalam serum tetap tinggi. Demikian juga makanan yang mengandung alkohol seperti misalnya brem, tape ketan dan tape singkong sebaik- nya dihindari juga,
Sumber:

Buku Makanan Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Ilmu Gizi oleh Dr. Hj. Tien Ch. Tirtawinata Sp.GK