Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tugas PPG QURDIS 2019 Modul Surat Al-Kafirun


Tugas PPG QURDIS 2019 Modul Surat Al-Kafirun

IDENTITAS:
Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah (MI) Banda Masen
Mata Pelajaran : Al-Qur’an dan Hadits
Kelas/Semester : V/ Ganjil
Program : pertemuan I dan II
Materi Pokok : Surah al Kafirun
Alokasi Waktu : 4 Jam Pelajaran (4 x 35 menit)

KOMPETENSI INTI
  • KI-1 Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
  • KI-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
  • KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
  • KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Unduh juga: RPP Tematik Kelas 1 Tema 6

KOMPETENSI DASAR
1.1 Menghayati kandungan Q.S. Al-Kafirun
2.1 Terbiasa mengamalkan isi kandungan Q.S. Al-Kafirun
3.1 Memahami arti dan isi kandungan Q.S. Al-Kafirun
4.1 Menulis lafal Q.S. al – Kafirun (109) dengan benar.

INDOKATOR
Setelah membaca dan mempelajari pada bahasan ini, maka siswa dapat:
1. Menerima ajaran yang terkandung dalam surah al-Kâfirûn
2. Membiasakan pengamalan isi kandungan surah al-Kâfirûn
3. Menunjukkan arti mufradat surah al-Kâfirûn
4. Menerjemahkan surah al-Kâfirûn
5. Menjelaskan isi kandungan surah al-Kâfirûn
6. Menulis lafal surah al-Kâfirûn

MATERI POKOK
Dalam bab ini, siswa akan mempelajari dan mengetahui tentang:
1. Bacaan surat al-Kâfirûn.
2. Mengartikan surat al-Kâfirûn.
3. Isi kandungan surat al-Kâfirûn.

DESKRIPSI MODUL
Modul ini merupakan modul pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an Hadits Kelas V Semester I yang bila digunakan dengan tepat akan mempermudah dalam proses pembelajarannya. Di dalam modul ini terdapat 2 kegiatan pebelajaran dengan tema Surat Al-Kafirun.

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Sebelum Pembelajaran
  • Di dalam modul ini terdiri dari 2 kegiatan pebelajaran. Sebelum masuk ke materi, akan disajikan pendahuluan terlebih dahulu.
  • Silabus yang terdiri dari Kompetensi Inti, kompetensi dasar, indikator, alokasi waktu yang disajikan pada awal bab, sebagai pedoman bagi pangguna modul untuk mencapai arah dan tujuan pembelajaran. 2. Selama pembelajaran
  • Pendalaman materi pada modul.
  • Mempelajari, mencatat, dan bertanya mengenai materi
  • Pengawasan kegiatan belajar dan menjawab pertanyaan.
  • Latihan soal (evaluasi) yang diajukan pada akhir pembahasan.
  • Mengevaluasi jawaban pada lembar jawaban dengan kunci jawaban.
2. Setelah pembelajaran
Menerima keputusan guru untuk meneruskan belajar pada materi selanjutnya atau tetap pada materi yang sama.

TUJUAN AKHIR
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kepada para pengguna modul untuk dapat membaca, mengartikan, memahami isi kandungan dan menuliskan Surat Al-Kafirun

PENDAHULUAN
Al-Quran merupakan sumber hukum islam disamping Al-Hadis. Manusia tidak bisa lepas dari Al-Quran karena segala tingkah laku manusia sudah diatur dalam Al-Quran. Al-Quran terdiri dari beberapa surat dan juga beberapa ayat. Salah satu surat dalam Al-Quran adalah syrat Al-Kafirun yang terdiri dari 6 ayat. Surat Al-Kafirun diturunkan oleh Allah karena Pada masa penyebaran Islam di Mekkah, kaum Quraisy yang menentang Rasulullah SAW tak henti-hentinya mencari cara untuk menghentikan ancaman Islam terhadap kepercayaan nenek moyang mereka. Pada salah satu upaya tersebut mereka berusaha mengajukan kompromi kepada Rasulullah SAW dimana mereka menawarkan: jika Rasulullah mau memuja Tuhan mereka, maka mereka pun akan memuja Tuhan sebagaimana konsep Islam. Kemudian surat ini diturunkan untuk mejawab hal itu. Oleh karena itu dalam modul ini akan menguraikan hal tersebut tentang batas toleransi dalam beragama berdasarkan surat Al-Kafirun.

URAIAN MATERI
Membaca Surah Al-Kafirun

Baca juga: RPP Qurdis Kelas 6 Semester Ganjil

Ayo, kita baca surah Al-Kafirun berikut dengan sungguh-sungguh! Awali dengan membaca basmallah bersama:
Mari, amati cara gurumu melafalkan Surat Al-Kafirun, Perhatikan gerak mulut dan panjang pendek ketika melafalkannya
Sebelum membaca surat Al-Kafirun, cermati dahulu tulisan ayat pertama sampai dengan ayat terakhir.

1. Mengartikan kosa-kata surat Al-Kafirun:
قُلْ


Katakanlah
تَعْبُدُونَ


Kamu sembah
يَا أَيُّهَا

Wahai
وَ

Dan
الْكَافِرُونَ

Orang-orang kafir
أَنتُمْ

Kalian
لَا

Tidak
عَابِدُونَ

Menjadi penyembah
أَعْبُدُ

Aku menyembah
لَكُمْ دِينُكُمْ

Untuk kalian agama kalian
مَا

Apa yang
لِيَ دِينِ
Untukku agamaku

2.     Terjemahan surat Al-Kafirun
“ Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
  1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir!"
  2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
  3. Dan kamu bukan penyembah Ilah yang aku sembah
  4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
  5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Ilah yang aku sembah
  6. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku. [QS. Al-Kafiruun : 1-6]
Memahmi isi Kandungan QS. Al-Kafiruun

Sudahkah kamu memahami isi kandungan surat Al-kafirun? Untuk bisa memahami isi kandungan surat Al-kafirun, ikuti penjelasan dibawah ini. Nama surat Al-kafirun diambil dari lafal Al-Kafirun yang terdapat pada ayat pertama. Al-kafirun artinya orang-orang kafir . surat Al-kafirun adalah surat ke-109 dengan jumlah 6 ayat. surat Al-kafirun termasuk surat Makkiyah . surat Al-kafirun memberi tuntunan kepada Nabi Muhammad dan para Sahabat agar jangan menghiraukan oran-orang kafir yang selalu menghina ajaran islam. Kita mengetahui bahwa orang-orang kafir Quraisy senantiasa berusaha menghalangi dakwah Nabi Muhammad. Mereka mengancam Beliau, namun tidak pernah takut.

Orang-orang kafir Quraisy juga melakukan berbagai bujukan dan rayuan kepada Nabi Muhammad. Namun, usaha-usaha mereka menjadi sia-sia. Nabi Muhammad menolak bujukan dan terus menyampaikan Islam, bahkan pengikut Beliau terus bertambah.
Melihat kenyataan itu, orang-orang kafir Quraisy mendatangi Nabi Muhammad dan mengajukan tawaran lain. mereka bersedia menyembah Tuhan yang disembah Nabi Muhammad selama satu tahun. Syaratnya, tahun berikutnya Beliau bersedia mnyembah tuhan yang mereka sembah.

Menjawab tawaran itu. Allah menurunkan surat Al-kafirun yang mengatakan, “. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir ! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.”
Surat Al-Kafirun mengajarkan kita untuk senantiasa tegas terhadap orang-orang kafir, khususnya dalam hal ibadah islam tidak melarang umatnya untuk bermuamalah (bergaul) dengan orang yang bergama lain selama tidak menyangkut masalah Aqidah. Kita harus tegas menolak ajakan teman yang kafir untuk ikut melaksanakan ibadah mereka.

Secara umum, surat al-kafiruun memiliki dua kandungan utama.
Pertama, ikrar kemurnian tauhid. Yang dimaksud dengan kemurnian tauhid di sini adalah khususnya mengenai tauhiduluhiyah atau tauhid ibadah.
Yang kedua, Surat ini juga menjelaskan tentang ikrar penolakan terhadap semua bentuk dan praktek peribadatan kepada selain Allah, yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Melihat pentingnya kedua kandungan makna surat ini maka perlu ditegaskan kembali dengan berbagai bentuk penegasan yang tergambar secara jelas di bawah ini, seperti:
  1. Allah memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memanggil orang-orang kafir dengan khi tab (panggilan) ’Yaa ayyuhal kafirun’ (Wahai orang-orang kafir), padahal Al-Qur’an tidak biasa memanggil mereka dengan cara yang vulgar semacam ini. Yang lebih umum digunakan dalam Al-Qur’an adalah khi tab semacam’ Ya a ayyuhan naas’ (Wahai sekalian manusia) dan sebagainya
  2. Pada ayat ke-2 dan ke-4 Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan secara tegas, jelas dan terbuka kepada mereka, dan tentu sekaligus kepada setiap orang kafir sepanjang sejarah, bahwa beliau (begitu pula ummatnya) sama sekali tidak akan pernah menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.
  3. Pada ayat ke-3 dan ke-5 Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menegaskan juga dengan jelas dan terbuka bahwa, orang-orang kafir pada hakikatnya tidak akan pernah benar-benar menyembah-Nya. Dimana hal ini bisa pula kita pahami sebagai larangan atas orang-orang kafir untuk ikut-ikutan melakukan praktek- praktek peribadatan kepada Allah sementara mereka masih berada dalam kekafirannya. Mereka baru boleh melakukan berbagai praktek peribadatan tersebut jika mereka sudah masuk ke dalam agama Islam.
  4. Allah menegaskan hal kedua dan ketiga diatas dengan melakukan pengulangan ayat, dimana kandungan makna ayat ke-2 diulang dalam ayat ke-4 dengan sedikit perubahan redaksinash, sedang ayat ke-3 diulang dalam ayat ke-5 dengan redaksi nash yang sama persis. Adanya pengulangan ini menunjukkan adanya penafian atas realitas sekaligus larangan yang bersifat total dan menyeluruh, yang mencakup seluruh waktu (yang lalu, kini, yang akan datang dan selamanya), dan mencakup seluruh bentuk dan macam peribadatan.
  5. Allah memungkasi dan menyempurnakan semua hal diatas dengan penegasan terakhir dalam firman-Nya: ’Lakum diinukum wa liya diin’ (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Dimana kalimat penutup yang singkat ini memberikan sebuah penegasan sikap atas tidak bolehnya pencampuran antara agama Islam dan agama lainnya.
  6. Sikap pengakuan terhadap kemajemukan dalam hal beragama namun bukan pengakuan pembenaran terhadap agama lain. Dan hal itu didukung oleh pernyataan yang menegaskan bahwa, tidak boleh ada pemaksaan untuk masuk agama Islam, apalagi agama yang lain, yakni dalam firman Allah: ”Laa ikraaha fiddiin” (QS. Al-Baqarah [2]: 256). Dan hal itu lebih dikuatkan lagi dengan dibenarkannya kaum mukminin bergaul, berhubungan, berinteraksi dan bekerjasama dengan kaumkaf irin dalam berbagai bidang kehidupan umum, seperti bidang sosial kemasyarakatan, ekonomi, bisnis dan perdagangan, politik, pemerintahan dan kenegaraan, dan lain-lain. Yang jelas semua bidang selain bidang khusus agama yang mencakup masalah aqidah dan ibadah.
Rangkuman
  1. Nama surat Al-Kafirun diambil dari kata Al-kafirun dari ayat ke-1 yang artinya orang-orang kafir
  2. surat Al-Kafirun termasuk jenis surat Makkiyah
  3. jumlah ayat dari surat Al-Kafirun adalah 6 ayat
  4. kandungan isi surat Al-Kafirun berisi tentang: allah adalah tuhan semesta alam, nabi Muhammad dan umat islam tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir, kita harus saling menghormati pemeluk agama lain yang ada dalam masalah muamalah
KEGIATAN SISWA I

Menghafalkan Arti Surat Al-Kafirun
Demontrasikan hafalan arti surat Al-Kafirun secara individu di depan kelas dengan baik dan benar!

NO
LAFAL
ARTI
1
ö@è% $pkšr'¯»tƒ šcrãÏÿ»x6ø9$#
Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2
Iw ßç6ôãr& $tB tbrßç7÷ès?
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3
Iwur óOçFRr& tbrßÎ7»tã !$tB ßç7ôãr&
dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

4
   Iwur O$tRr& ÓÎ/%tæ $¨B ÷Lnt6tã
. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

5
Iwur óOçFRr& tbrßÎ7»tã !$tB ßç7ôãr&
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6
ö/ä3s9 ö/ä3ãYƒÏŠ uÍ<ur ÈûïÏŠ
untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."



KEGIATAN SISWA II
1. buatlah kartu kosa kata surat Al-Kafirun seperti contoh di bawah ini pada kertas karton kemudian guntinglah
2. carilah pasangan lafal dengan terjemahannya yang sesuai, cepat dan benar dan tempelkan pada papan tulis sesuai dengan urutan ayat!

قُلْ


Katakanlah
تَعْبُدُونَ


Kamu sembah
يَا أَيُّهَا

Wahai
وَ

Dan
الْكَافِرُونَ

Orang-orang kafir
أَنتُمْ

Kalian
لَا

Tidak
عَابِدُونَ

Menjadi penyembah
أَعْبُدُ

Aku menyembah
لَكُمْ دِينُكُمْ

Untuk kalian agama kalian
مَا

Apa yang
لِيَ دِينِ
Untukku agamaku
لَا

Tidak
وَ

Dan
أَعْبُدُ

Aku menyembah
لَا

Tidak
مَا

Apa yang
أَنَا
saya
ÓÎ/%tæ
penyembah
عَبَدتُّمْ
kamu sembah,



KEGIATAN SISWA III

1. Penilaian Formatif
Jenis : tes tulis
Bentuk : pertanyaan


a. Surah al-Kafirun terdiri dari… ayat
b. Surah al-Kafirun diturunkan sesudah surah…
c. Surah al-Kafirun tergolong surah…
d. Ayat ke-2 surah al-Kafirun diakhiri dengan lafal…
e. Islam memerintahkan toleransi kepada umatnya kecuali dalam hal…


Kunci jawaban dan skor:
a. Surat al - Kafirun terdiri 6 ayat
b. Diturunkan sesudah surah al-Ma’un
c. Surat al - Kafirun termasuk surat Makiyah karena diturunkan di kota Mekah
d. Laa 'abudu Maa Ta'budun
e. Agama


2. Penilaian Sumatif
A. Pilihan Ganda - Berikan tnda silang (X) pada salah satu jawaban yang tepat dari pernyataan di bawah ini!
1. Surat al-kafiruun termasuk golongan surat ….
    a. Makiyyah   c. Kuffah
    b. Madaniyah d. Yaman

2. Surat al-kafiruun diturunkan setelah surat ….
    a. An-Nass       c. al-Insyirah
    b. al-Maa’uun  d. al-Hujurat

3. Tentang larangan mencampuradukkan keyakinan dan menghormati terhadap keyakinan orang lain telah ditegaskan pada QS. Al-kafiruun ayat ….
    a. 3      c. 5
    b. 4      d. 6
4. Secara umum, surat al-kafiruun memiliki dua kandungan utama, yakni ikrar … dan ….
    a. Kemurnian tauhid, penolakan c. Keikhlasan, ketamakan
    b. Ketauhidan, kemunkaran        d. Kejujuran, kebohongan


5. Allah memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memanggil orang-orang kafir dengan panggilan ….
    a. Yaa ayyuhal kafirun      c. Yaa ayyuhal quraisy
    b. Yaa ayyuhal nass          d. Yaa ayyuhal insan

6. Surat al-kafiruun ayat 3 berbunyi ….
    a. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
    b. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
    c. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
    d. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

7. Berkaitan dengan surat al-kafiruun pernyataan berilut adalah benar, kecuali ….
    a. Surat al-Kaafirun terdiri atas 6 ayat
    b. Surat al-kafiruun merupakan surat yang ke 109
    c. Diperbolehkan bekerjasama dalam hal ibadah dengan penganut agama lain.
    d. Surat al-kafiruun termasuk golongan surat-surat Makiyyah

8. Contoh sikap toleransi dalam kehidupan di sekolah adalah ….
    a. Saling menyayangi dan menghormati sesama pelajar
    b. Berkata kasar
    c. Melanggar tata tertib
    d. Menciptakan strata sosial

9. Contoh sikap toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kecuali ….
    a. Merasa senasib sepenanggungan.
    b. Menciptakan persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme
    c. Saling menyayangi dan menghormati sesama pelajar
    d. Mengakui dan menghargai hak asasi manusia.

10. Agama islam memperbolehkan bekerja sama dengan pemeluk agama lain kecuali dalam masalah ….
    a. Politik          c. Sosial
    b. Ekonomi      d. Akidah dan ibadah

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. D
4. A
5. A
6. B
7. C
8. A
9. C
10. D

UPAYA TINDAK LANJUT

Cocokanlah hasil jawaban kalian dengan Kunci Jawaban Tes Sumatif yang ada di bagian akhir modul ini. Kemudian hitunglah jumlah jawaban kalian yang benar dan gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan kalian terhadap uraian materi dalam modul ini.
Rumus:
Tingkat Penguasaan =
Arti tingkat penguasaan yang Kalian capai:
90 – 100 % : Baik sekali
80 – 89 % : Baik
70 – 79 % : Cukup
< 70 % : Kurang
Jika tingkat penguasaan kalian mencapai 80 % ke atas, berarti telah cukup baik menguasai uraian materi dalam modul ini dan Selamat buat Kalian!
Tetapi bila tingkat penguasaan masih di bawah 80 % Kalian harus bersabar untuk mempelajari uraian materi dalam modul ini, terutama bagian yang belum Kalian pahami.