Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Memakai Pakaian Sesuai Sunnah

Cara Memakai Pakaian Sesuai Sunnah

CARA MEMAKAI PAKAIAN DAN BACAAN YANG DIUCAPKAN KETIKA MEMAKAI PAKAIAN BARU

544) Abu Hurairah ra. berkata:

كَانَ رَسُولُ الله إِذَا لَبِسَ قَمِيْصًا بَدَأَ بِيَمِينِهِ
"Rasul saw apabila memakai baju kurungnya, menyarungkan belahan kanan lebih dahulu." (HR. At-Turmudzy, Al-Muntaqa 1: 312)

545) Abu Said Al-Khudri ra, berkata:

كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ اِذَا اسْتَجَدَّ ثَوْباً سَمَّاهُ بِاسْمِهِ: عِمَامَةً أَوْ قَمِيْصاً أَوْ رِدَاءً ثُمَّ يَقُولُ: الَّلهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ اَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صَنَعَ لَهُ وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صَنَعَ لَهُ
"Rasul saw. apabila memakai baju yang baru, beliau menamainya dengan namanya (menyebut namanya): serban, baju kurung, atau baju luar, kemudian membaca: Allahumma lakal hamdu, anta kasautanihi as-aluka khairahu wa khaira ma shuni'a lahu wa a'udzu-bika min syarrihi wa syarri ma shuni'a lahu (Ya Tuhanku, Engkaulah yang mempunyai segala pujian. Engkaulah yang telah memberikan kepadaku pakaian. Aku memohon kepada-Mu kebajikannya dan ke- bajikan sesuatu yang dibuatkan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan sesuatu yang dijadikan untuknya." (At-Turmudzy, Al-Muntaga 1: 312)

SYARAH HADITS

Hadits (544), diriwayatkan juga oleh An-Nasa'y. Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebut hadits ini dalam At-Talkhish dengan tidak mencacatnya. Ibnu Daqiqil Id mengatakan, "Hadits ini patut sekali dianggap shahih." Hadits ini menyatakan, bahwa apabila kita memakai pakaian hendaklah kita mendahulukan bagian yang kanan, baik ketika memakai baju, celana, maupun sepatu dan sebagainya.

Hadits (545), At-Turmudzy mengatakan, "Hadits ini hasan." Juga hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasa'y. Hadits ini menyatakan, bahwa kita disukai menyebut nama pakaian sebelum kita memakainya lalu memuji Allah ketika meletakkan pakaian tersebut pada tubuh.

Seluruh fuqaha menetapkan, mendahulukan belahan kanan ketika memakai pakaian adalah sunnat. Ibnu Ruslan dalam Syarah As-Sunan mengatakan, "Kita harus memulai dengan menyebut nama pakaian sebelum memuji Allah, supaya lebih keras dalam mengingatkan kita terhadap nikmat Allah dan melahirkan nikmat-Nya itu." Seluruh ulama juga menyukai supaya kita memuji Allah ketika memakai pakaian baru.

Mengenai baiknya mendahulukan kanan atas kaki kiri di semua pekerjaan yang baik, telah ditegaskan oleh hadits 'Aisyah yang telah kami bahas dalam bab wudhu. Doa yang kita ucapkan ini mengandung permohonan agar pakaian yang baru, dipakai dalam menaati Allah dan berbuat ibadah kepada-Nya dan supaya terjauh dari memakainya dalam pekerjaan-pekerjaan maksiat dan yang sepertinya.

Abu Daud mengatakan, "Sahabat, apabila memakai pakaian baru, mengucapkan: Tubli wa yukhifulahu ta'ala (engkau dapat memburukkannya dan mudah-mudahan Allah menggantinya dengan yang lain)." Menurut riwayat Abu Daud, At-Turmudzy dan Ibnu Majah dan Anas, bahwa Nabi bersabda: "Barangsiapa memakan makanan, dan sehabis makan membaca: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadaku makanan ini dan telah merezekikanku dengannya, tanpa daya-upaya dan kekuatanku", maka diampuni baginya dosa yang telah lalu dan yang akan datang."

Hadits ini menurut keterangan At-Turmudzy adalah hasan gharib. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak. Menurut pengakuan Al- Hakim, hadits ini shahih. Menurut keterangan Al-Mundziri, bahwa sanad hadits ini shahih, ada perawi-perawi yang lemah, dilemahkan oleh Ibnu Ma'in. At- Turmudzy dan Ibnu Khuzaimah percaya terhadap perawi tersebut.

Cara memberi nama pakaian

Menurut keterangan Ibnul Qayyim, tidak disebut nama kemudian baru doa. Hanya menyebut nama di dalam doa, umpamanya kita katakan: Allahumma anta kasautani hadzal qamisha (wahai Tuhanku, Engkaulah yang memberikan kepadaku baju kurung ini)."

Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Dalam Buku Koleksi Hadits-hadits Hukum - 1 Bab Pakaian dalam Shalat Masalah Cara Memakai Pakaian Dan Bacaan Yang Diucapkan Ketika Memakai Pakaian Baru