Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SOAL POST TEST DIKLAT MODERASI BERAGAMA

SOAL POST TEST DIKLAT MODERASI BERAGAM
Petunjuk unsuk menjawab soal:
  • Baca bismillah dan berdoa terlebih dahulu.
  • Bacalah soal dengan seksama dan pilihlah jawaban yang paling tepat dengan menekan atau klik jawaban di tempat yang sudah disediakan
  • Test ini bersifat mandiri, tidak diperkenankan bekerjasama.
  • Isi Identitas dengan tepat, dan jangan sampai terlewatkan
Pilihlah jawaban yang tepat!

VokoscreenNG dapat digunakan untuk:

  • Semua salah
  • Merekam video
  • Mengedit video
  • Merekam dan mengedit video
Hal penting yang harus diperhatikan saat menyampaikan pendapat di dunia maya:
  • Menarik
  • Tidak menyinggung SARA
  • Lucu
  • Berbeda dari orang lain
Salah satu software /aplikasi yang dapat digunakan untuk mengedit video di laptop adalah:
  • Power point
  • Movie maker
  • Microsoft office
  • Microsoft Word
Keunggulan penyuluhan agama melalui media sosial, kecuali:
  • Dapat diakses dimana saja dan kapan saja
  • Mampu menembus batas ruang
  • Bisa dijankau berbagai kalangan
  • Membutuhkan biaya yang tinggi
Perkembangan IT dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, kecuali:
  • Teknologi nirkabel
  • Penyuluhan online
  • Konferensi jarak jauh
  • Semua salah
Internet singkatan dari :
  • International Network
  • Inter Network
  • Interconetion Network
  • Internal Network
Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk mengedit video dan photo di ponsel dan tablet adalah:
  • KineMaster
  • Powerpoint
  • Excel
  • vokosreenNG
Waktu tunggu untuk memulai rekaman pada aplikasi vokosreenNG dapat diubah dan disesuaikan dengan menggeser panel:
  • Magnification
  • Countdown
  • Display
  • Microphone
Dalam praktik kehidupan kenegaraan masa kini, hubungan antara agama dan negara dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk, kecuali:
  • Integrated
  • Integrate
  • Sekularistik
  • Sistematik
Keterlibatan agam dalam negara, kecuali:
  • Agama sebagai ideology
  • Agama sebagai sumber etika-moral (akhlak)
  • Agama Sebagai Fantasi
  • Agama sebagai sub-ideologi
Beberapa potensi yang menimbulkan kegaduhan dalam agama adalah:
  • Munculnya faham radikal
  • Adanya paham yang dinilai sesat
  • Munculnya kelompok puritan seperti Salafi, yang menganggap kelompok lain sesat atau bid’ah
  • A, b, dan c benar
Konflik antar-umat beragama umumnya tidak murni karna faktor agama, tetapi:
  • faktor politik
  • ekonomi
  • Faktor lain yang kemudian dikaitkan dengan agama
  • A, b, dan c benar
Arti dari agama adalah:
  • Tidak kacau
  • Tidak selaras
  • Tidak pendendam
  • Tidak sebanding
Agama dalam bahasa Arab adalah din yang menurut ulama Islam berarti:
  • Aturan-aturan yang berasal dari Tuhan yang harus ditaati dan dikerjakan
  • Aturan yang dibuat oleh manusia untuk pemersatu bangsa
  • Aturan yang bersumber dari penjelasan rasul
  • Aturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama
Kata Islam berasal dari akar kata:
  • Salami
  • Salima
  • Selama
  • Selamun
Agama menawarkan tiga rukun keyakinan, Kecuali:
  • Ma’rifat al mabda’/uluhiyah
  • ma’rifat al wasithah/nubuwwah
  • ma’rifat al ma’ad/sam’iyat
  • Ma’rifat i’tiqadiyyah
Agama sebagai dasar negara secara eksplisit disebutkan dalam Undang-Undang Dasar yaitu:at, dan jangan sampai terlewatkan
  • Pasal 29 ayat 1
  • Pasal 29 ayat 2
  • Pasal 28 ayat 2
  • Pasal 27 ayat 1
Pemisahan agama dan Negara disebut:
  • Pluralitas
  • Sekuralisasi
  • Radikal
  • Separatis
Norma-norma agama Islam berlaku sejak berdirinya negara Madinah yang dibangun oleh Nabi saw. Implementasi norma agama Islam berjalan lancar tanpa ada kontroversi di kalangan warga masyarakat yang majemuk di Madinah. Undang-undang yang mengatur kehidupan masyarakat saat itu adalah:
  • Piagam Maqasid Syariyah
  • Piagam ahkam ‘itiqadiyah
  • Shahifat Madinah
  • Qanun Syariah
Penerapan hukum Islam dalam konteks hukum nasional dilakukan dengan tiga bentuk, kecuali:
  • Pelaksanaan syari’ah secara substantif
  • Pelaksanaan syari’ah secara formal
  • Pelaksanaan syari’ah secara esensial
  • Pelaksanaan syari’ah secara selektif
Pentingnya moderasi dalam beragama untuk menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara, kecuali:
  • Satu esensi kehadiran agama adalah untuk menjaga martabat manusia sebagai makhluk mulia ciptaan Tuhan, termasuk menjaga untuk tidak menghilangkan nyawanya.
  • Ribuan tahun setelah agama-agama lahir, manusia semakin bertambah dan beragam, bersuku-suku, berbangsa-bangsa, beraneka warna kulit, tersebar di berbagai negeri dan wilayah
  • Moderasi beragama diperlukan sebagai strategi kebudayaan dalam merawat keindonesiaan.
  • Moderasi beragama menempatkan bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia
Persaudaraan kemanusiaan (human fraternity document) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, harus terbebas dari hal-hal yang mengatasnamakan agama, dalam bentuk berikut, kecuali:
  • Ekstremisme akut (fanatic extremism)
  • Hasrat saling memusnahkan (destruction) dan perang (war)
  • Intoleransi (intolerance) dan rasa benci (hateful attitudes)
  • Globalisasi (proses yang mendunia)
Usaha menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang berseteru:
  • Negosiasi konflik
  • Resolusi konflik
  • Mediasi Konflik
  • Arbitrase
Bukan termasuk sumber-sumber konflik:
  • Provokator dan Aktor Intelektual
  • Perebutan sumber-sumber ekonomi dan Persaingan antar-elite (politik)
  • Psikologi massa, Kesenjangan social ekonomi, SARA (penodaan, permusuhan, penyalahgunaan)
  • Justice dan peace
Hakikat dari meoderasi beragama adalah:
  • Tidak terlalu kaku pada satu aspek saja
  • Kehidupan Bergama dengan Jalan pertengahan, dan ini sesuai dengan inti ajaran Islam yang sesuai dengan fitrah manusia
  • Kehidupan yang serasi dan tidak memihak
  • Antara satu agama dengan agama lain tidak saling menjelek-jelekkan
Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang beragam. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman yang ada terdiri atas:
  • Keragaman suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Keragaman bahasa
  • Keragaman bangsa
  • Keragaman kepercayaan
Keberagaman suku, ras, agama, dan antar golongan yang terjadi di Indonesia harus kita maknai sebagai:
  • Aset nasional
  • Perbedaan yang unik
  • Alat politik
  • Kodrat Manusia
Selaku Aparatur Sipil Negara (ASN), perilaku dan semangat kebangsaan dalam mempertahankan keberagaman budaya bangsa dapat dilaksanakan dengan:
  • Merasa bangga terhadap budaya bangsa lain
  • Menerima semua budaya asing yang masuk ke Indonesia
  • Tidak peduli dengan keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia
  • Mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat dan kesenangannya
Umat Islam disebut ummatan washathan, yang bermakna bahwa:
  • Umat yang memiliki nilai-nilai keadilan
  • Umat yang serasi dan seimbang
  • Ummat yang saling menggerti ummat yang lain
  • Ummat yang rahmat
Ibnu Faris, dikutip oleh Muchlis M. Hanafi (2009), yang menyatakan bahwa al-washatiyyah berasal dari kata wasath yang memiliki makna:
  • Seimbang, arif dan bijak
  • Sanggup beradaptasi
  • Tidak egois
  • Adil, baik, tengah dan seimbang
Beberapa alasan penting, tentang perlunya moderasi beragama dalam kontek kehidupan keagamaan di Indonesia adalah:
  • Bangsa Indonesia merupakan bangsan yang majemuk dan Plural
  • Agar satu dengan lain saling memahami dan menjauhi pertikaian
  • Menyadari bahwa perbedaan adalah Sunnatullah dan keanekaragaman adalah fitrah
  • A dan B yang paling tepat Jawabannya
Menurut Kamaruddin, dalam kehidupan beragama ada dua kutub ekstrim, yakni ekstrem kanan dan ekstrem kiri, yang dimaksud dengan ekstrim kanan adalah:
  • Mereka yang lebih enderung mengabaikan teks.
  • Terlalu terpaku pada teks dan cenderung mengabaikan konteks, sedangkan di posisi berlawanan
  • Mereka yang arah pemikirannya lebih baik
  • Daya dan model pemikirannya yang tidak pernah bertentangan dengan teks
Salah satu strategi pengarusutamaan moderasi beragama adalah:
  • Melibatkan sekolah,pengyuluh, penghulu dan sebagainya dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kerukunan beragama, dan moderasi beragama
  • Membuat komitmen antar stacholder
  • Saling kepedulian terhadap kelansungan ummat
  • Tidak ada jawaban yang tepat